Pemerintah Tetap Impor Sapi Indukan

Minggu, 25 Desember 2016 | 21:07
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID– Konsumsi daging sapi yang terus meningkat tidak dibarengi dengan ketersediaan ternak sapi potong. Itu sebabnya pemerintah menyiapkan skema untuk mengimpor sapi indukan guna meningkatkan populasi. 

Direktorat Jenderal Peternakan, I Ketut Diarmita menerangkan jika kebutuhan sapi potong masih tinggi. Sepanjang tahun ini saja impor sapi telah mencapai 533.406 ekor, dari target 600 ribu ekor. Sementara kebutuhan sapi secara nasional baru mencapai 3 juta ekor sapi potong, dari kebutuhan 4 juta. Artinya Indonesia masih kekurangan sekitar satu juta ekor sapi potong, dan baru terpenuhi setengahnya. 

“Kalau tidak impor, populasi sapi kita akan terancam. Tidak tertutup kemungkinan, sapi perah akan dipotong untuk memehui kebutuhan, karena harga daging sapi yang melambung. Selain itu, sapi betina juga pasti ikut dipotong. Jika sudah begitu, populasi sapi kita akan terus berkurang," ujarnya dalam kunjungannya di Surabaya, Minggu (25/12).

Untuk itu, pihaknya berupaya meningkatkan populasi sapi. Salah satu caranya tetap dengan mengimpor sapi indukan. Tahun depan, pihaknya menargetkan mampu mengimpor 600 ribu sapi indukan. “Selain itu, kami juga bakal menggandeng swasta untuk melakukan impor sapi indukan,” lanjut Ketut.

Ditambahkan Ketut jika saat ini jumlah sapi secara nasional mencapai 18.012.201 ekor. jumlah tersebut terdiri dari 533.860 ekor adalah sapi perah, 1.386.280 ekor merupakan kerbau dan 16.092.561 lainnya adalah sapi potong.

Sejauh pihaknya mengaku belum banyak swasta yang bersedia mendatangkan sapi indukan. Padahal peranan swasta sangat diperlukan lantaran kemampuan finansial serta coverage bisnis yang lebih luas. Demikian juga dengan kemampuan menernak dinilai lebih baik. 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Unit Probolinggo PT Santosa Agrindo, Bintoro Tantono mengaku pihaknya siap melakukan impor indukan. Sepanjang tahun ini saja, pihaknya telah melakukan impor indukan dari Australia sebesar 6.000 ekor, dengan jumlah 3.700 ekor indukan baru saja datang (25/12).

"Nantinya, indukan yang datang akan kami salurkan ke peternak di daerah Pujon dengan skema peminjaman melalui koperasi. Dengan begitu, proses bunting bakal lebih cepat karena sapi ditangani langsung oleh para peternak,” katanya. (gus/rif/JPG)

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%