Ahai…Ternyata Cabai Rawit Penentu Inflasi

Kamis, 05 Januari 2017 | 08:59
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
PEDAS: Harga cabe rawit di beberapa daerah masih tinggi. Foto: agritani

INDOPOS.CO.ID-Badan Pusat Statistik (BPS) meramal tingkat inflasi 2017 sesuai ekspektasi. Sesuai proyeksi pemerintah sebesar 4 persen plus minus 1 persen. Meski begitu, ada satu faktor perlu diwaspadai yaitu pergolakan harga minyak.

Optimisme itu didasari fakta sepanjang tahun lalu pemerintah sukses mengakumulasi inflasi 3,02 persen. Merujuk hasil itu, inflasi Januari tahun ini bakal lebih rendah dibanding Januari 2016 silam. ”Capaian inflasi tahun lalu surprise. Saya kira tahun depan masih di bawah 4 persen," ungkap Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo.

Salah satu komponen kontributor inflasi, yaitu harga cabai rawit. Kalau harga cabai rawit turun bakal memberi pengaruh terhadap tingkat inflasi. Karena itu, BPS berharap harga cabai rawit mengalami penurunan supaya menekan tingkat inflasi. ”Meski tarif listrik akan naik, kemungkinan inflasi tidak terlalu tinggi," tukas Sasmito.

Dalam beberapa bulan terakhir, harga cabai rawit relatif tinggi. Berdasar data terakhir BPS, harga cabai rawit akhir November berada di kisaran Rp 40.855 per kilogram (kg). Kemudian di penghujung Desember, harga menanjak tajam menjadi Rp 72.822 per kg. Uniknya, lonjakan harga cabai rawit itu memantik banyak orang menanam cabai. ”Khawatirnya, Januari dan Februari stok caban melimpah dan membanting harga. Kondisi ini kalau diamati akan menekan inflasi Januari,” ulasnya.

Sentimen lain penekan inflasi, kebijakan penurunan harga gas bagi sejumlah industri Januari ini. Penyesuaian harga gas itu bakal mendorong industri menurunkan harga penjualan dan selanjutnya memengaruhi inflasi. Sebab, penurunan harga gas akan memberi imbas kepada daya beli konsumen diperkirakan akan terkoreksi 1,12 persen dan menekan inflasi.

Rencana kenaikan tarif listrik diprediksi tidak mengganggu laju inflasi. Dengan catatan, kenaikkan dilakukan secara bertahap mulai Januari dan Maret mendatang. Apalagi, pada Desember lalu, sudah ada kenaikan tarif listrik. ”Kalau kenaikan bertahap, kecil imbasnya terhadap inflasi,” ulasnya.

Menurutnya, satu komponen harus diwaspadai pemerintah untuk menjaga inflasi yaitu pengaturan harga bahan bakar minyak (BBM). Tahun ini, harga BBM global diperkirakan merangkak sehingga pemerintah perlu mengatur harga BBM agar inflasi tidak meningkat. ”Tren BBM global akan naik. Kalau naik bertahap tidak masalah,” ucapnya. (far)

 

 

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%