Bank Indonesia Ingatkan Lonjakan Inflasi

Kamis, 05 Januari 2017 | 09:02
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID-Bank Indonesia (BI) mengingatkan pemerintah mewaspadai dampak pencabutan subsidi listrik bagi pelanggan rumah tangga 900 volt ampere (VA). Itu penting efek kenaikan tarif listrik memengaruhi laju inflasi. Potensi itu sangat terbuka karena listrik masuk kebutuhan mendasar masyarakat.

”Pencabutan subsidi listrik 900 VA akan memberi dampak luas. Area ini harus diwaspadai,” tutur Gubernur BI Agus Martowardojo.

Pemerintah memutuskan mencabut subsidi listrik bagi pelanggan 900 VA. Tarif listrik baru mulai berlaku pada 1 Januari 2017. Itu artinya, pelanggan harus merogoh kocek lebih dalam untuk membayar konsumsi listrik. Di samping tarif listrik, pemerintah juga patut mewaspadai dampak pemotongan subsidi gas elpiji berukuran tiga kilogram (kg), termasuk gejolak harga pangan.

Kuncinya bilang Agus berada pada harga pangan bergejolak. Gejolak harga pangan harus dijaga tetap rendah. Dengan begitu, target inflasi 4 plus minus 1 tetap terjaga dan tidak meleset dari target. Laju inflasi sepanjang Desember 2016 terakumulasi 0,42 persen. Pencapaian itu turun dibanding inflasi bulan sebelumnya, yaitu 0,47 persen.

Padahal, tingkat inflasi sepanjang 2016 tercatat sebesar 3,02 persen atau turun dibanding tahun sebelumnya 3,35 persen. Tentu, kondisi tersebut disambut positif kalau dalam tempo dua tahun terakhir inflasi berada di kisaran 3,3 persen dan 2016 lalu di kisaran 3 persen.

Meski memiliki sejumlah tantangan untuk menjaga inflasi, Agus optimistis, tahun ini sebagai tahun perbaikan bagi ekonomi Indonesia. Itu karena tantangan terbilang lebih rendah dibanding dua tahun sebelumnya. Karena pada edisi 2015 dan 2016 merupakan tahun cukup sulit bagi dunia termasuk Indonesia. ”Situasi tahun ini akan lebih baik,” ucap Agus. (far)

 

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%