Indeks Potensial Sundul 5.400

Kamis, 05 Januari 2017 | 19:17
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID-Bursa regional Asia tidak terlalu buruk. Indeks Hang Seng justru rebound di tengah mayoritas penguatan bursa Asia. Nilai tukar Yuan menguat seiring apresiasi tertinggi dialami Yen.

Sedang Greenback melemah menjelang Fed rate di tengah kekhawatiran tentang dampak apresiasi mata uang atas kebijakan ekonomi rezim pemerintahan baru. ”Sebetulnya, untuk sentimen regional Asia tidak ada masalah. Pasar masih berjalan normal cenderung positif,” tutur Equity Technical Analyst Reliance Securities Lanjar Nafi.

Efek positif itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini menguat sepanjang perdagangan. Itu terjadi setelah ditutup surplus 24,32 poin (0,46 persen) menjadi 5.325. Kondisi itu merefleksikan optimisme pasar kembali menebal. Itu terlihat dari sektor industri dasar memimpin penguatan.

Saham Semen Baturaja (SMBR) menjadi pemicu penguatan sektor industri dasar setelah sebelumnya mengalami auto reject bawah. Investor asing tercatat melakukan aksi jual sebesar Rp 76,95 Miliar. ”Aksi jual investor asing masih dalam batas wajar,” ucapnya.

Meski begitu, secara teknikal Indeks mengalami sedikit konsolidasi. Kondisi itu membawa Indeks cenderung jenuh beli. Di mana Indikator stochastic terkonsolidasi negatif pada area overbought. ”Kalau kembali menguat, Indeks berpotensi menjebol posisi tertinggi 5.400,” ulasnya.

Disebut-sebut, Indeks masih akan bergerak positif hingga penghujung pekan. Di mana, sepanjang pekan tersebut, Indeks akan mencoba mengorbit di kisaran 5.254-5.356. Saham-saham dapat diperhatikan misalnya Vale Indonesia (INCO), Indika Energy (INDY), Ramayana Lestari (RALS), Barito Pacific (BRPT), Semen Baturaja (SMBR) dan, Gajah Tunggal (GJTL).

Mandiri Sekuritas (Mansek) mencatat sebanyak 155 saham naik, 137 saham turun, 109 saham tidak bergerak, dan 177 saham tidak ditransaksikan. Investor bertransaksi Rp 5,95 triliun, terdiri dari transaksi reguler Rp 5,07 triliun, negosiasi Rp 876,88 miliar, dan tunai Rp 148 juta. Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi jual bersih (net sell) Rp 91,56 miliar.

Sebanyak delapan dari total 10 indeks sektoral menguat, dipimpin sektor industri dasar naik 1,83 persen dan aneka industri menanjak 1,63 persen. Mayoritas indeks saham Asia terkoreksi. Indeks Nikkei225 Jepang minus 0,37 persen, Kospi Korsel melemah 0,18 persen dan Hang Seng di Hong Kong terapresiasi 1,46 persen.

Sebagian besar indeks saham Eropa melemah sejak pembukaan. Indeks DAX Jerman melemah 0,15 persen, dan CAC Perancis terkoreksi 0,17 persen dan hanya FTSE100 Inggris surplus 0,14 persen. (far)

 

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%