Penunggak Pajak Bakal Dikirim ke Nusakambangan

Minggu, 08 Januari 2017 | 23:36
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID-Kementerian Keuangan (Kemenkeu) serius memburu penunggak pajak. Lewat kepanjangan tangan Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Kemenkeu bertekad menyapu wajib pajak (WP) tidak beritikad membayar utang pajak dalam program tax amnesty. Tindakan agresif Kemenkeu itu dianggap bukan sebuah ancaman kepada WP.

Sejatinya, DJP hanya menjalankan tugas. Termasuk upaya penyanderaan (gijzeling) guna mendongkrak penunggak pajak ikut tax amnesty. Penunggak pajak ikut program tax amnesty, hanya membayar pokok utang pajak. Sedang untuk sanksi pajak dihapus.

Selanjutnya, melaporkan seluruh harta atau aset dan membayar uang tebusan tax amnesty. Dengan demikian, selesai utang pajak, lalu dilepas dari gijzeling.  ”Jadi, kami dorong penyelesaian lewat amnesti pajak. Ini kewenangan DJP sesuai UU,” tutur Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP, Hestu Yoga Saksama.

Kalau penunggak pajak memilih penyelesaian utang pajak dengan tidak ikut tax amnesty, maka penunggak pajak membayar seluruh pokok utang beserta sanksi. Idealnya WP penunggak pajak ikut tax amnesty. ”Kami akan terus lakukan penyanderaan karena masih ada utang pajak Rp 70 triliun,” ulasnya.

Sepanjang tahun lalu, DJP telah menyandera 59 penanggung pajak. Puluhan penanggung pajak itu mempunyai tunggakan pajak senilai Rp 426,1 miliar. Dari jumlah 59 penanggung pajak itu, 53 telah melunasi utang pajak Rp 379,33 miliar. Sedang 6 penanggung pajak masih bertahan karena belum membayar tunggakan pajak senilai Rp 47,76 miliar.

Penyanderaan dilakukan kalau tunggakan pajak sudah inkrah, yaitu melalui proses panjang selama 3 tahun, 6 bulan, 21 hari dalam rangka penagihan pajak. Kurang dari itu, belum dikatakan inkrah. DJP tidak segan-segan melakukan penyanderaan para penunggak pajak tidak memanfaatkan program tax amnesty sampai 31 Maret 2017.

Para pengemplang pajak ini bisa dijebloskan ke sel tahanan di Nusakambangan, terkenal paling mengerikan tempat penjahat kelas kakap. ”Jadi, kalau masih nunggak pajak, segera ikut tax amnesty. Bayar utang pokok, tidak dikenakan sanksi, dan tidak akan di gijzeling. Tapi kalau tetap tidak mau memanfaatkan tax amnesty, Nusakambangan siap menunggu,” tandasnya. (far)

 

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%