Dirjen Pajak Bakal Obok-Obok Google

Rabu, 11 Januari 2017 | 06:00
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID-Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) bakal menginvestigasi Google Februari mendatang. Namun, hingga detik ini, perusahaan asal California, Amerika Serikat (AS) itu belum menyerahkan dokumen. Padahal, DJP memberi tenggat waktu hingga awal tahun ini.

Dokumen itu dibutuhkan sebagai data pendukung dalam pengurusan pajak tanggungan Google. Proses investigasi ditempuh setelah negosiasi tidak membuahkan hasil. Tawar-menawar tidak menemui titik temu dengan Kemenkeu. Padahal, selama ini Google mangkir dari kewajiban membayar pajak.

”Dalam pemeriksaan itu paling penting supporting document (dokumen pendukung). Saat ini baru laporan keuangan. Kami masih tunggu dan tidak percaya begitu saja,” tutur Kepala Kantor Wilayah DJP DKI Jakarta Muhammad Haniv, Selasa (10/1).

Dalam proses menunggu dokumen itu, DJP tidak menetapkan batas waktu bagi Google. Tetapi, manajemen Google diberharap kooperatif dan menyerahkan data-data pendukung secepatnya. ”Kasus ini ditunggu banyak pihak terutama asing. Kalau sukses, mereka akan meniru. Maklum, selama ini Google tidak bisa disentuh,” tegas Haniv.

DJP bilang menutup pintu untuk negosiasi kesepakatan terkait nilai pajak yang sebelumnya pernah dilakukan Google. Ia bersikukuh memiliki bukti kuat melanjutkan investigasi dan memungut pajak Google.

Selain itu, DJP mengantongi bukti yang menetapkan Google sebagai Badan Usaha Tetap (BUT). Itu merupakan bagian dari perencanaan pajak agresif yang dilakukan. ”Kami punya bukti otentik. Tim sudah turun. Jadi, kami tidak sembarangan melakukan investigasi,” tegasnya. (far)

 

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%