BI: Rupiah Tak Memuat Gambar Palu Arit

Rabu, 11 Januari 2017 | 08:53
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
RECTOVERSO: Seorang warga menunjukkan pecahan uang rupiah baru. Foto: Ismail Pohan/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID-Bank Indonesia (BI) menegaskan uang rupiah tidak memuat simbol terlarang palu dan arit. Simpang siur informasi soal penafsiran simbol pada sebagian masyarakat tidak benar. Karena itu, BI meminta masyarakat untuk tidak terpancing berita tidak benar.

Sebetulnya, klaim BI, gambar yang dipersepsikan sebagian pihak sebagai simbol palu dan arit merupakan logo Bank Indonesia dipotong secara diagonal. Dengan potong diagonal itu, sehingga membentuk ornamen tidak beraturan. ”Gambar itu merupakan gambar saling isi (rectoverso),” tutur Gubernur BI Agus DW Martowardojo, di Jakarta, Selasa (10/1).

Gambar rectoverso, sambung Agus, merupakan bagian dari unsur pengaman uang rupiah. Unsur pengaman dalam uang rupiah bertujuan supaya masyarakat mudah mengenali ciri-ciri keaslian uang, sekaligus menghindari pemalsuan. ”Karena itu, gambar rectoverso dicetak dengan teknik khusus,” ulas Agus.

Dengan teknik khusus itu, sehingga melahirkan gambar kombinasi. Tepatnya, terpecah menjadi dua bagian pada sisi depan dan belakang lembar uang. Selanjutnya, gambar simbol itu hanya dapat dilihat secara utuh kalau diterawang.

Secara umum, rectoverso dipakai sebagai salah satu unsur pengaman berbagai mata uang dunia. Itu mengingat rectoverso sulit dibuat dan memerlukan alat cetak khusus. Di Indonesia, rectoverso telah digunakan sebagai unsur pengaman rupiah sejak 1990-an. Sementara logo BI telah digunakan sebagai rectoverso uang rupiah sejak tahun 2000.

Selain itu sambung Agus rupiah merupakan salah satu lambang kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam hal ini, uang rupiah ditandatangani bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) dan Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia.

”Untuk itu, BI mengingatkan kembali masyarakat supaya menghormati dan memperlakukan uang rupiah dengan baik,” harap mantan menteri keuangan (Menkeu) itu. (far)

 

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%