Mastercard Luncurkan Teknologi Intelegensi Artifisial di Seluruh Jaringannya

Rabu, 11 Januari 2017 | 17:20
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Mastercard memperkenalkan Teknologi Intelegensi Pembuat Keputusan (Decision Intelligence), yakni sebuah layanan bantuan untuk pengambilan keputusan dan pendeteksi penipuan yang komprehensif. Solusi ini menggunakan teknologi intelegensi artifisial untuk membantu institusi keuangan dalam meningkatkan akurasi persetujuan transaksi secara aktual (real-time) dan mengurangi kesalahan dari penolakan transaksi.

 
Layanan ini merupakan pertama kalinya intelegensi artifisial diimplementasikan secara langsung dalam jaringan Mastercard berskala global.
 
Produk penilaian pengambilan keputusan (decision-scoring) yang ada saat ini memiliki fokus utama pada penilaian risiko, yang bekerja dalam aturan-aturan yang telah ditetapkan. Decision intelligence merupakan sebuah pendekatan terbaru yang bergerak lebih jauh dengan menggunakan cara pandang yang lebih luas dalam mengkaji, menilai dan mempelajari setiap transaksi. Produk penilaian ini memungkinkan para penerbit kartu untuk mengaplikasikan intelegensi tersebut pada transaksi berikutnya.
 
“Kami memecahkan masalah utama yang sering dialami pelanggan, yaitu mengalami kesalahan penolakan transaksi ketika hendak melakukan pembelian,” ujar Ajay Bhalla, President of Enterprise Risk and Security, Mastercard, dalam siaran persnya, rabu (11/1). 

“Dengan menggunakan teknologi Intelegensi Artifisial dalam jaringan global kami, kami membantu institusi keuangan serta merchant untuk meningkatkan nilai persetujuan, dan juga pengalaman bertransaksi dari konsumen kami," tambahnya.
 
Cara Kerja dari Teknologi Terbaru Mastercard
 
Dalam membangun layanan eksklusif lain dari Mastercard, Decision Intelligence merupakan sebuah cara baru untuk menyelesaikan masalah lama dengan menggunakan algoritma termutakhir untuk menyediakan prediksi penilaian bagi penerbit kartu, berdasarkan analisa kecerdasan (intelligent). Selanjutnya, mereka menggabungkan informasi tersebut ke dalam upaya mitigasi penipuan yang telah ada saat ini. 

Secara alternatif, para penerbit kartu dapat mengaktifkan perangkat Mastercard secara menyeluruh, yang membuat proses pengambilan keputusan berdasarkan data secara real-time dapat disesuaikan dengan akun, termasuk dalam mendefinisikan ambang batas kewaspadaan serta penolakan transaksi.
 
Teknologi cerdas dibalik Decision Intelligence menguji bagaimana sebuah akun tertentu digunakan dari waktu ke waktu untuk mendeteksi perilaku berbelanja yang normal maupun tidak normal. Dalam melakukan hal tersebut, Decision Intelligence memanfaatkan informasi akun seperti segmentasi nilai pelanggan (customer value), pembuatan profil risiko, lokasi, data merchant, data perangkat (device data), waktu, serta tipe pembelian yang dilakukan.
 
Menghadirkan Nilai Pada Saat Menempelkan (Tap), Memasukkan (Dip) atau Menggesek (Swipe) Kartu
 
Selama beberapa tahun terakhir, industri keuangan telah semakin berfokus untuk melindungi pembayaran dan melawan penipuan. Hal tersebut yang membuat keseimbangan yang tepat antara mengatur persetujuan transaksi dan mengatasi penipuan menjadi hal yang semakin penting.
 
“Kami memperkirakan bahwa di Amerika Serikat sendiri, jumlah nilai kesalahan penolakan transaksi mencapai lebih dari 13 kali lipat dari jumlah total kerugian terhadap penipuan kartu yang sebenarnya,” ujar Al Pascual, Senior Vice President, research director and head of fraud and security di Javelin Strategy & Research. 

“Mengaplikasikan machine learning untuk pengambilan keputusan (decision-scoring) merupakan sebuah cara baru untuk membuat pengalaman bertransaksi yang positif bagi para pelanggan, sekaligus meminimalisir penipuan,” sambungnya.
 
Penambahan teknologi Intelegensi Artifisial sebagai komponen inti dalam jaringan Mastercard akan memberikan sebuah penilaian terhadap penipuan yang lebih baik di setiap transaksi. Fungsi terbaru ini dapat membantu meningkatkan akurasi persetujuan transaksi secara aktual dan mengurangi kesalahan penolakan transaksi. 

Dalam hal tertentu, seperti bahan bakar atau ATM, informasi dapat digunakan secara real-time untuk bereaksi terhadap potensi kekhawatiran secara lebih cepat, sehingga dapat mengurangi biaya operasional seperti  penagihan kembali (chargebacks).
 
Teknologi ini merupakan sebuah fitur inti dalam platform World Elite yang telah ditingkatkan dan juga membantu seluruh brand dan produk dari Mastercard di seluruh negara. (rmn)

Editor : Ali Rahman
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%