OJK Stop 6 Usaha Ilegal

Rabu, 11 Januari 2017 | 21:44
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan satuan tugas (Satgas) Waspada Investasi kembali bertindak tegas. Enam usaha investasi ilegal dengan iming-iming tidak masuk akal distop. Tindakan itu diambil karena produk pengembangan dana tersebut berpotensi merugikan masyarakat.

Direktur Kebijakan dan Dukungan Penyidikan OJK Tongam L Tobing menyebut OJK dan Satgas Waspada Investasi telah memeriksa enam badan usaha tersebut. OJK dan Satgas sebelumnya telah memantau aktivitas enam badan usaha itu dan juga produk investasi yang ditawarkan ke masyarakat. ”Dari hasil pemeriksaan, enam perusahaan itu harus menghentikan kegiatan usaha,” tutur Tongam, selaku Ketua Satgas Waspada Investasi, Rabu (11/1).

Keenam usaha investasi itu antara lain PT Compact Sejahtera Group (CSG), Compact500 atau Koperasi Bintang Abadi Sejahtera atau ILC, PT Inti Benua Indonesia (IBI), PT Inlife Indonesia (II), Koperasi Segitiga Bermuda/Profitwin77, PT Cipta Multi Bisnis Group (CMBG), dan PT Mi One Global Indonesia (MOGI).

Modus operandi enam badan usaha itu beragam. Misalnya, ada badan usaha berkegiatan sebagai perusahaan pembiayaan dan juga koperasi. Tetapi, ketika diminta keterangan perolehan izin dan klarifikasi, direksi perusahaan tidak hadir. Itu menjadi bukti kalau para pelaku tidak bisa mempertanggungjawabkan legalitas usaha. 

Menyusul temuan itu, sejumlah pimpinan badan usaha telah menyatakan akan menghentikan kegiatan usahanya. Para pelaku juga bersedia untuk tidak menjalankan usaha tanpa dilengkapi dokumen sesuai undang-undang usaha sebagaimana ditentukan otoritas jasa keuangan (OJK). ”Kami akan tindak tegas kalau masih nekad,” ucapnya.

Nah, untuk menghindari korban, Tongam mengimbau masyarakat untuk berhati-hati. Terutama kalau ditawari produk investasi dengan imbal hasil tidak masuk akal. Hendaknya bilang Tongam, masyarakat jeli dan memastikan terlebih dahulu perusahaan investasi itu mempunyai izin usaha dari OJK. ”Masyarakat harus memastikan pihak penawar investasi mengantongi izin. Itu supaya tidak terjerat produk investasi bodong,” ingatnya. (far)

 

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%