Unilever Perkuat Infrastruktur

Rabu, 11 Januari 2017 | 21:57
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID-Tahun ini Unilever Indonesia (UNVR) mengalokasikan belanja modal senilai 115 juta Euro. Belanja modal itu bakal dipakai untuk sejumlah kebutuhan perusahaan. Termasuk untuk peningkatan kapasitas produksi baru atau pun pabrik lawas.

Presiden Direktur Unilever Indonesia Hemant Bakshi menyebut perseroan juga bakal terus berinovasi terhadap produk yang dipasarkan. Inovasi produk dinilai penting untuk memperkuat penetrasi pasar. ”Kami akan kembangkan infrastruktur untuk penguatan inovasi produk perusahaan,” tutur Hemant di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (11/1).

Dengan optimistis kinerja perusahaan bakal terus tumbuh. Sejumlah faktor bakal menunjang performa perseroan antara lain pasar Indonesia semakin membesar. Fluktuasi dinilai wajar dalam jangka pendek. Tetapi untuk jangka panjang akan positif. Perekonomian Indonesia tidak luput dari sejumlah tantangan macam volatilitas harga komoditas dan nilai tukar.

Tidak disangkal, tantangan terbesar bagi sebagian besar bisnis adalah volatilitas bisnis. Itu karena lingkungan, harga komoditas naik turun, valas bisa naik cepat secara signifikan. ”Menilik peta perubahan politik, menyebabkan rupiah terdepresiasi. Tetapi, pemerintah berupaya keras rupiah tetap stabil,” tegasnya.

Di sisi lain, performa perusahaan menanjak signifikan sejak mencatat saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sejak kali pertama mentas di papan pencataran bursa bertengger di kisaran Rp 3.175 per lembar. Kini saham perusahaan telah mencapai Rp 39.975 per saham. Kemarin, merupakan peringatan 35 tahun saham Unilever Indonesia tercatat di lantai bursa. Perseroan pertama kali mencatat saham pada awal tahun 1982.

Dalam tempo 35 tahun itu, kinerja saham Unilever terus melesat. Kalau seorang investor membeli 1.000 lembar saham saat initial public offering (IPO) seharga Rp 3.175 per lembar, saat ini nilai investasi bernilai hampir USD 5 miliar. Kemudian aset perseroan tumbuh lebih dari 110 kali lipat.

Pada awal 1982, aset perseroan mencapai Rp 140,4 miliar. Kini, aset perseroan pada kuartal tiga 2016 mencapai Rp 16,8 triliun. Pada akhir tahun lalu, perusahaan menduduki peringkat 5 kapitalisasi pasar terbesar dengan nilai Rp 296 triliun atau sekitar 5,1 persen dari total kapitalisasi bursa. ”Capaian ini bukan hasil kerja kami semata. Tetapi seluruh pihak terkait dalam perkembangan Unilever,” tegas Hemant.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio menyambut positif kinerja perusahaan masuk usia 35 tahun. Saat ini, saham perseroan telah menjadi buruan pelaku pasar. Tito berharap, Unilever terus memacu kinerja sehingga berkontribusi pada pasar modal. ”Kami berharap prestasi ini terus ditingkatkan sehingga menunjang pasar modal,” harap Tito. (far)

 

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%