Imlek, Pasar Murah Dimulai

Minggu, 15 Januari 2017 | 19:05
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
AYO BELANJA: Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (tengah) bersama putri Presiden Keempat RI Abdurahman Wahid, Yenny Wahid (ketiga kanan) melihat cabai yang dijual saat ’kick off’ pasar murah di kawasan SCBD, Jakarta, Sabtu (14/1). Foto: adrianto/indopos

INDOPOS.CO.ID-Sambut Imlek, Artha Graha Peduli (AGP) dan unit-unit usaha Artha Graha gelar pasar murah. Seperti tahun-tahun sebelumnya, mereka serentak memulai pasar murah di 8 provinsi sejak Sabtu (14/1) kemarin.

"Untuk meringankan beban masyarakat apalagi ini mendekati hari raya Imlek," kata Senior Manager Yayasan AGP, Sylvia Hasan. Dia mengatakan dengan adanya pasar murah tersebut dapat meringankan beban dari masyarakat yang saat ini tengah dirundung harga sembako yang kurang stabil.

Masih tingginya harga komoditas kebutuhan pokok atau sembako terutama jenis cabai rawit merah keriting menjadi perhatian dari pemerintah serta berbagai instansi terkait karena sangat mempengaruhi kehidupan dan daya beli masyarakat.

"Awal tahun ini menjadi kesempatan kami untuk berbagi dan peduli dengan menggelar pasar murah seperti beras, minyak goreng, cabai rawit, dan sayur-sayuran yang selama ini harganya masih cukup tinggi kita berikan potongan harga," ujar Sylvia.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan pasar murah tersebut juga dilakukan di berbagai lokasi seperti di Matraman, Kwitang, Kelapa Gading, Daan Mogot, Banten, Surabaya, Manado, Makasar, Bali, Samarinda, Bandung, Semarang, dan Medan.

Saat kickoff kemarin di Pasar Akhir Pekan SCBD, dijual komoditas cabai rawit merah keriting dengan harga Rp 75.000/kg, sedangkan untuk daging sapi beku Australia di jual dengan harga Rp 60.000/kg, dan sejumlah komoditas sembako kebutuhan pokok lainnya dengan harga lebih murah 40 persen dari harga pasaran.

Dalam kesempatan itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang ikut hadir menyambut baik kepedulian dari anak usaha Artha Graha group yang selalu memiliki perhatian pada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

"Pak Jokowi dalam arahannya saat rapat juga selalu menekankan kepada kami jajaran menteri untuk meminimalisir kesenjangan sosial dan pemerataan pembangunan ekonomi," kata Enggar.

Dia mengaku sudah menghubungi berbagai pengusaha untuk menunjukkan kepeduliannya dan respons baik disambut oleh Tommy Winata dan sejumlah pengusaha Indonesia untuk memiliki kepedulian pada masyarakat.

"Stabilitas harga sembako terus kita upayakan agar daya beli masyarakat bisa kembali lebih baik, meski sebenarnya Indonesia menempati negara dengan pertumbuhan ekonomi terbaik setelah RRT dan India," tambah Enggar. Selain menteri yang berangkat dari pengusaha itu ada juga sejumlah tokoh termasuk Yenny Wahid salah satu anak dari mantan Presiden RI KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur. 

Menurut Yenny, Imlek merupakan budaya Indonesia yang patut dilestarikan. Karena bangsa Tionghoalah, Islam masuk pertama kali ke Indonesia. "Mereka punya hak dan kesempatan yang sama dengan kita. Imlek merupakan budaya milik bangsa Indonesia," tutupnya. (vit)

 

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%