Bank Mandiri Kucurkan Kredit Rp 25,5 Triliun

Rabu, 25 Januari 2017 | 06:49
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ILUSTRASI: Petugas bank menata uang kertas. Foto: ukon furkon sukanda/indopos

INDOPOS.CO.ID-Bank Mandiri memiliki komitmen yang kuat dalam mendukung pengembangan infrastruktur di Tanah Air, termasuk sektor ketenagalistrikan. Hingga akhir 2016, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit, baik secara bilateral maupun sindikasi, sebesar Rp 25,5 triliun.

Jumlah tersebut adalah 3,6 persen dari total keseluruhan portofolio kredit. Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan, dukungan pembiayaan tersebut merupakan salah satu upaya perseroan dalam mendukung program pembangunan infrastruktur dasar.

Sekaligus juga, mendorong pembangunan dan pemerataan ekonomi di berbagai wilayah Tanah Air. ”Kami menyadari kebutuhan investasi untuk pengembangan sektor kelistrikan sangat besar, baik oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) maupun Independent Power Producer (IPP). Oleh karena itu, kami ingin meningkatkan peran aktif, terutama dalam mendukung pembiayaan ke sektor kelistrikan untuk mengakselerasi pembangunan ekonomi Indonesia,” kata Rohan dalam keterangan tertulisnya, kemarin (24/1).

Jumlah tersebut, lanjut Rohan, termasuk penyaluran pembiayaan yang dilakukan perseroan ke program pembangunan pembangkit listrik 35.000 Megawatt, yang diperkirakan membutuhkan investasi per tahun mencapai Rp 225 triliun selama periode 2015-2019. Salah satu pembiayaan yang dilakukan adalah penyaluran kredit sindikasi senilai total Rp 24 triliun untuk capex PLN, dimana porsi Bank Mandiri sebesar Rp7,25 triliun.

Di samping itu, Bank Mandiri juga membiayai project PLTU Kalteng-1 (2x100 MW) di Desa Tumbang Kajuei, Kecamatan Rungun, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, dan PLTU Embalut (2X100 mw) di Desa Tanjung Batu, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.

”Kami menargetkan pertumbuhan pembiayaan sektor kelistrikan sekitar 18 persen pada tahun ini. Dengan komposisi bilateral dan sindikasi yang akan ditentukan oleh jenis dan kebutuhan proyek yang dibiayai,” bebernya. (ers)

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%