Jumlah UMKM Aktif di Kaltim Terus Menyusut

Jumat, 27 Januari 2017 | 18:54
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID–Jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kaltim rupanya menurun. Ada beberapa tahapan untuk meningkatkan jumlah tersebut, namun perlu keseriusan. Terlebih, untuk menciptakan komoditas dari bisnis mikro yang layak ekspor.

Hal itu disampaikan Akademisi Ekonomi Universitas Mulawarman Aji Sofyan Effendi. Menurut dia, penetrasi produk UMKM di Kaltim ke pasar internasional masih sangat rendah.

Hasil observasi data Pusat Studi ASEAN Unmul bersama Disperindag kota/kabupaten se-Kaltim pada tahun lalu, sejak 2013, jumlah UMKM di Kaltim terus menurun. Khusus untuk usaha mikro, turun rata-rata 46 persen setiap tahun, sedangkan usaha kecil berkurang 291 persen.

Pada 2013, observasi tersebut mencatat, di Kaltim terdapat 20.689 usaha di kualifikasi mikro. Jumlah itu, berkontribusi 0,72 persen terhadap jumlah usaha di segmen ini, secara nasional.

“Tahun 2014, ada 15.866 usaha, dan kontribusi terhadap nasional turun jadi 0,49 persen. Masuk 2015, turun lagi jadi 11.084 usaha, dengan kontribusi yang hanya 0,33 persen terhadap jumlah usaha secara nasional,” ujarnya kepada Kaltim Post (INDOPOS GROUP), Kamis (26/1).

Hal itu, terang Sofyan, berbanding terbalik dengan data dari berbagai stakeholder yang menangani UMKM. Sebab, beberapa sumber, termasuk data pemerintah, hanya mencatat jumlah UMKM dari sisi penerbitan izin.

Sofyan menilai, Kaltim masih bisa mendorong potensi komoditas UMKM. Termasuk yang berorientasi ekspor. Daerah ini, jelas dia, bisa fokus pada industri olahan potensial, antara lain makanan atau minuman.

“Cara mengawal potensi itu, bisa dimulai dari alokasi kredit bank. Harus dipastikan, apakah nasabah benar-benar menggunakannya untuk modal usaha, bukan untuk keperluan konsumtif,” bebernya. (*/ctr/man/k8/JPG)

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%