Pemerintah Harus Serius Tekan Inflasi

Selasa, 07 Februari 2017 | 07:55
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID-Terkait pertumbuhan ekononomi RI, Direktur Eksekutif Indef Enny Sri Hartati mengatakan, yang harus diperhatikan pemerintah saat ini adalah kondisi perekonomian ke depan. Sejumlah tantangan masih ada, terutama dari sisi inflasi yang menggerus daya beli. Padahal, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih sangat bergantung pada konsumsi masyarakat.

Dia mengeluhkan harga komponen yang diatur pemerintah naik berbarengan. Jarak pengaturan penyesuaian tarif tenaga listrik (TTL), pengumuman kebijakan satu harga BBM, dan kenaikan biaya jasa pembuatan STNK cenderung berdekatan. Akibatnya, ada ekspektasi inflasi yang bersamaan pada komponen lain.

”Itu menekan konsumsi sehingga pertumbuhan kuartal I 2017 diprediksi 4,9 persen. Tanpa adanya pengendalian pangan dan kenaikan serentak di administered price, dipastikan menekan konsumsi rumah tangga,” ujarnya. Karena itu, Enny berpesan agar pemerintah betul-betul serius menekan inflasi, terutama dari komponen bahan pangan bergejolak (volatile food).

Tingkat inflasi ikut memengaruhi pandangan masyarakat terhadap konsumsi. Hasil survei konsumen BI menunjukkan, indeks keyakinan konsumen (IKK) turun tipis dari 115,4 pada Desember 2016 menjadi 115,3 pada Januari 2017. Meski masih berada di level optimistis, konsumen memperkirakan tekanan kenaikan harga akan meningkat pada tiga hingga enam bulan mendatang.

Hal itu ditunjukkan oleh indeks ekspektasi harga (IEH) untuk tiga bulan mendatang atau April 2017 yang meningkat 9 poin dari bulan sebelumnya sehingga menjadi 171,8. Kenaikan itu terutama dipengaruhi perkiraan TTL dan harga BBM. Sementara itu, IEH enam bulan mendatang atau Juli 2017 meningkat 4,4 poin sehingga menjadi 176.

”Seiring dengan perkiraan meningkatnya tekanan inflasi pada enam bulan mendatang, konsumen memperkirakan kenaikan jumlah tabungan dan pinjaman akan melambat dibanding bulan sebelumnya,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara. (ken/mia/byu/rin/c11/oki/JPG)

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%