Rupiah Terus Menguat Terhadap Dolar AS

Selasa, 07 Februari 2017 | 12:58
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID-Rupiah terus menguat terhadap Dolar AS. USDIDR sedikit menurun pada perdagangan di awal pekan ini menjadi 13320. Pergerakan ini tidak besar, namun secara keseluruhan USDIDR telah melemah 1.14 persen sepanjang tahun ini - sebuah berita gembira bagi Bank Indonesia (BI) yang berhasil mencapai dan mempertahankan stabilitas Rupiah mendekati 3 bulan pasca kemenangan Donald Trump di Pilpres AS.

”Berita ekonomi penting dari Indonesia adalah ekonomi Indonesia berhasil tumbuh 5 persen di tahun 2016, sesuai dengan proyeksi dan sedikit lebih tinggi dari laju pertumbuhan 2015. Konsumsi rumah tangga adalah kontributor besar terhadap output PDB. Hal ini sangat relevan dan menggembirakan untuk Indonesia karena negara ini adalah salah satu negara yang dipandang berpotensi menghadapi tekanan dari kebijakan proteksionisme Trump dan berbagai risiko eksternal lainnya seperti melambatnya pertumbuhan global,” kata VP of Market Research FXTM Jameel Ahmad.

Menurutnya, dengan adanya konsensus bahwa Bank Indonesia sepertinya tidak akan melonggarkan kebijakan moneter, mayoritas pasar memprediksi bahwa ekonomi Indonesia akan tetap berkembang sekitar 5 persen dan stabil di sepanjang tahun 2017. ”Ini mungkin tambah seperti perlambatan pertumbuhan PDB secara umum dan cukup jauh dari level pertumbuhan sebelumnya, namun kita harus memperhitungkan bahwa pertumbuhan melambat di wilayah ini secara keseluruhan dan Indonesia tetap merupakan salah satu pasar berkembang dengan pertumbuhan paling cepat di Asia,” kata Jameel.

Karena ketidakpastian eksternal karena kebijakan proteksionisme Trump sepertinya akan terus bertahan di pasar finansial pada jangka menengah dan ada kekhawatiran bahwa ekonomi Asia akan paling terpukul apabila Trump berhasil menerapkan langkah proteksionisme, ada pertanyaan bagaimana ekonomi Asia akan dapat menghadapi potensi risiko yang ada.

Jawabannya, kata Jameel, masih sama untuk Indonesia: kebutuhan yang berkelanjutan akan reformasi struktural lebih lanjut. Reformasi struktural yang mendalam dan berkesinambungan akan membuat Indonesia menarik bagi investor jangka panjang dan ini berarti Indonesia akan dapat menghadapi ketidakpastian eksternal seperti Donald Trump atau berbagai risiko lainnya.

Sementara itu, harga minyak terus menguat menuju level tertinggi di awal tahun ini yaitu di atas $55. Harga WTI saat ini berkisar sedikit di atas $54.40. Sentimen beli telah meningkat di pasar minyak sejak pengumuman bahwa Trump menerapkan sanksi terhadap Iran pada akhir pekan lalu. Walaupun sanksi ini tidak terkait dengan ekspor minyak, apabila Iran tidak bekerja sama maka AS mungkin akan menerapkan sanksi minyak.

”Saya akan terus berhati-hati sebelum merefleksikan pemulihan lebih lanjut ke harga minyak. Saya pribadi melihat risiko penurunan dari wilayah ini, terutama mengingat pengeboran di AS terus meningkat dan peningkatan produksi AS akan mengancam upaya OPEC untuk mengatasi oversuplai di pasar,” katanya.

USD sedikit demi sedikit mencoba merebut kembali posisinya terhadap sejumlah mata uang utama, termasuk EUR dan GBP. Dalam banyak aspek, trader masih tak yakin bagaimana harus mengambil posisi untuk USD pasca komentar pemerintah Trump bahwa USD sudah overvalued, walaupun berita pekan lalu mengumumkan bahwa jumlah lapangan kerja di AS bertambah luar biasa yaitu 227k pada bulan pertama tahun 2017. (wsa)

 

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%