Masuk Instrumen Saham Rp 6,91 Triliun

Selasa, 07 Februari 2017 | 19:44
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID-Pemodal domestik mulai mendominasi transaksi di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Itu ditunjukkan dengan nilai transaksi investor lokal di pasar reguler terus menanjak. Tahun lalu misalnya, investor lokal menguasai transaksi hingga 63 persen.

Merujuk data BEI, tahun lalu porsi transaksi investor lokal mencapai Rp 1.164,2 triliun dari total transaksi. Dan, hingga 6 Februari 2016, nilai transaksi investor lokal mencapai Rp 107,1 triliun atau 72 persen dari total transaksi Rp 149,2 triliun. Dominasi investor domestik itu tentu tidak terlepas dari kepemilikan investor institusi.

Di mana, salah satu investor institusi lokal dengan nilai cukup besar adalah BPJS Ketenagakerjaan. Penempatan dana BPJS Ketenagakerjaan pada instrumen saham berkisar 18 persen dari total aset. Artinya, dana investasi BPJS Ketenagakerjaan bersarang pada instrumen saham mencapai Rp 6,91 triliun.

Angka itu terakumulasi dari dana kelolaan BPJS di penghujung tahun lalu di kisaran Rp 260,54 triliun. ”Kami terus evalusasi setiap bulan,” tutur Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto.

Memang penempatan dana pada instrumen saham itu belum sebanding pada obligasi pemerintah di kisaran 58 persen. Tetapi, manajemen BPJS Ketenagakerjaan tergolong serius masuk sektor saham. Itu ditunjukkan dengan penempatan dana pada saham berfundamental bagus, berkapitalisasi besar, valuasi menarik, fokus pada saham-saham LQ45, dan saham BUMN. ”Kami tidak main-main mengelola dana masyarakat,” beber Agus.

Sebagai informasi, tingkat return investasi badan pengelola dana pegawai secara nasional itu mencapai 9,43 persen. Dengan tingkat imbal hasil sebesar itu, manajemen bertekad memperbaiki kinerja. ”Sepanjang tahun ini, kami mematok dana kelolaan senilai Rp 300 triliun,” harap Agus.

Sebelumnya, Direktur Pengembangan BEI Nicky Hogan mengungkap tahun ini ada potensi dana masuk pasar modal hingga Rp 212 triliun. Dana-dana itu berasal dari sejumlah disiplin industri. Industri asuransi diperkirakan menyumbang Rp 85 triliun, dana pensiun Rp 54 triliun, repatriasi Rp 55 triliun, dan reksa dana Rp 18 triliun. (far)

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%