Sikap The Fed Dongkrak Konfidensi Investor

Kamis, 16 Februari 2017 | 08:41
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID-The Federal Reverse (The Fed) mengisyaratkan menaikkan suku bunga bulan depan. Bank Central Amerika Serikat (AS) itu, menilai kenaikkan suku bunga sesuai rencana. Sebab, kalau penyesuaian itu ditunda justru akan merusak kebijakan moneter yang telah ditetapkan.

Menyusul pernyataan Gubernur The Fed Janet Yellen itu, bursa-bursa utama Wall Street mampu mencetak rekor. Kondisi itu, diikuti bursa Asia dan Eropa. Nikkei 225 Jepang surplus 1,03 persen, Hang Seng Hong Kong menanjak 1,23 persen, Dow Jones AS menguat 0,45 persen, DAX Jerman melangit 0,12 persen dan FTSE 100 Inggris menguat 0,48 persen.

Berdasar data Reuters, Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,3 persen menuju level tertinggi dalam 19 bulan terakhir. Penguatan bursa Asia mengikuti bursa AS. Nasdaq Composite Index naik 0,32 persen untuk menetap di level 5.782,57 dan S&P 500 naik 0,40 persen ke posisi 2.337,58.

Pelaku pasar sangat menanti pernyataan Yellen. Kalau komentar itu tidak segera dikeluarkan sangat tidak bijak. Pernyataan Yellen itu ikut mendongkrak penguatan dolar AS (USD) terhadap seluruh mata uang utama dunia, termasuk atas Yen Jepang dan Euro. ”Pernyataan Gubernur The Fed sangat ditunggu investor,” tegas Kepala Analis IG Melbourne Chris Weston.

Menilik perkembangan global itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai dapat mempertahankan support level 5.336. Selanjutnya, Indeks berpotensi menuju posisi 5.451 jelang rilis data BI rate.

Berdasar prediksi, BI Rate disinyalir belum akan berubah. Kondisi itu akan didominasi kenaikan saham-saham sektor finance terutama perbankan, disertai sejumlah sektor lain dalam beberapa waktu belakangan mengalami tekanan cukup dalam. Misalnya, konstruksi merupakan subsektor properti.

Hal itu tentu cukup membuat pergerakan Indeks kembali menggeser rentang konsolidasi ke arah lebih baik. ”Indeks berpotensi menguat,” tegas Analis Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya.

William melanjutkan, apresiasi Indeks akan ditopang penguatan sejumlah saham. Misalnya, Adhi Karya (ADHI), Kalbe Farma (KLBF), Jasa Marga (JSMR), Bangun Total Persada (TOTL), Bank Negara Indonesia (BBNI), Unilever (UNVR), HM Sampoerna (HMSP), Pakuwon Jati (PWON), dan Telekomunikasi Indonesia (TLKM). (far)

 

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%