Soal Akurasi Data Pelanggan, ACC Lebih Maju

Selasa, 28 Februari 2017 | 21:52
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
SEPAKAT: Chief Executive Officer (CEO) ACC Jodjana Jody (tengah) bertukar naskah dengan Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri Profesor Prof Zudan Arif Fakrulloh SH MH, Selasa (28/02). Foto: dewi maryani/indopos

INDOPOS.CO.ID-Perusahaan pembiayaan Astra Credit Companies (ACC) selangkah lebih maju soal urusan peningkatan akurasi data pelanggan. Menggandeng Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), ACC berharap bisnis pembiayaan mereka ke depan semakin bagus.

Melalui kerja sama yang disepakati, Selasa (28/02), ACC akan memiliki akses langsung terhadap data yang dimiliki Ditjen Dukcapil Kemendagri terkait Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan data kependudukan lainnya.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Chief Executive Officer (CEO) ACC Jodjana Jody dengan Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri Profesor Zudan Arif Fakrulloh SH MH di kantor Ditjen Dukcapil Kemendagri, Jakarta, Selasa (28/02).

Atas kerja sama tersebut, Jodjana Jody mengaku lega karena sangat membantu dalam meningkatkan akurasi data pelanggan ACC. Hal tersebut dapat mempersingkat proses verifikasi data pelanggan sehingga waktu verifikasi pembiayaan ACC lebih cepat, efisien, dan nyaman.

"Kami ingin memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan dengan cepat, aman dan nyaman. Dengan adanya sistem data menggunakan NIK Kartu Tanda Penduduk (KTP) proses kredit akan lebih singkat. Di mana petugas tidak perlu lagi ke lokasi untuk mencek data satu per satu. Semua data sudah ada tinggal klik di sistem, dan semuanya terbuka," ujarnya.

Jody menuturkan, selama ini sering terjadi oknum nasabah yang melakukan duplikasi data KTP. Sehingga, menimbulkan masalah bagi perusahaan. Tanpa akurasi data, hal ini menjadi celah bagi mereka untuk melakukan tindakan penggelapan. 

"Dengan adanya KTP elektronik semua dapat diminimalisir. Karena seluruh data akan terekam. Jika terjadi duplikasi akan cepat terdeteksi. Saya rasa penggunaan nomor id kartu penduduk sangat powerfull. Dan nantinya, NPL kita bisa ditekan dengan penggunaan sistem ini, " katanya.

Untuk itu, lanjut Jody, pihaknya bersama asosiasi perusahaan pembiayaan sepakat untuk menjadikan KTP elektronik dan NPWP (nomor peserta wajib pajak) sebagai salah satu syarat pengajuan leasing. "Dengan adanya akurasi data kependudukan ini, ACC sebagai pelaku bisnis pembiayaaan diharapkan dapat tumbuh cepat dan sehat," katanya. 

Sementara itu, Zudan Arif Fakrulloh memaparkan, kerja sama ini sesuai dengan program pemerintah. "Kami juga telah melakukan kerja sama dengan lembaga atau perusahaan lain terkait penggunaan NIK kependudukan. PKS (perjanjian kerja sama) dengan ACC merupakan yang ke-206. Dalam kerja sama ini, sebagai konvensasi, pihak perusahaan pembiayaan juga harus melaporkan data nasabah terkait penggunaan NIK kepada pemerintah," ujarnya. (dew) 
 

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%