Cadangan Devisa Menanjak USD 119 Miliar

Selasa, 07 Maret 2017 | 20:03
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ilustrasi

INDOPOS.CO.ID-Bank Indonesia (BI) mencatat lonjakan posisi cadangan devisa pada akhir Februari 2017 menjadi USD 119,9 miliar, dari posisi akhir Januari 2017 senilai USD 116,9 miliar. Lonjakan itu terutama dipengaruhi penerimaan devisa.

Misalnya, berasal dari penerimaan pajak dan devisa ekspor migas bagian pemerintah, penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, serta hasil lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valas. ”Penerimaan devisa itu melampaui kebutuhan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan SBBI valas jatuh tempo,” tutur Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara.

Tirta lebih lanjut menjelaskan posisi cadangan devisa per akhir Februari 2017 tersebut cukup untuk membiayai 8,9 bulan impor atau 8,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Kemampuan itu berasa di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. ”Cadangan itu mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan,” urai Tirta.

Sebelumnya, Gubernur BI Agus DW Martowardojo telah memberi sinyal kenaikan posisi cadangan devisa bulan lalu. Itu telah diantisipasi pelaku pasar. Lonjakan itu dipicu sejumlah faktor. Diantaranya, kenaikan penerimaan valuta asing (Valas) dari industri minyak dan gas (migas) dan aliran modal masuk (capital inflow). ”Kita kan tahu, inflow kita sampai akhir Februari itu sampai Rp 26 triliun,” tegasnya.

Tidak dipungkiri, untuk pasar pasar modal, capital inflow belum terlihat. Padahal, dalam perdagangan kemarin, investor asing telah melakukan akumulasi beli bersih senilai Rp 87,5 miliar. Tetapi, kalau dikalkulasi secara year to date (Ytd) dari awal tahun hingga saat ini, investor asing justru melakukan pelepasan saham sejumlah Rp 1,547 triliun. (far)    

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%