MTF Bidik Pembiayaan Baru Rp 20 triliun

Kamis, 09 Maret 2017 | 20:50
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID-Tahun ini Mandiri Tunas Finance (MTF) mematok pertumbuhan pembiayaan baru Rp 20 triliun. Tumbuh dari realisasi pembiayaan baru 2016 senilai Rp 18,63 triliun. Tahun lalu industri multifinance sangat menantang.

Meski melambat, pembiayaan mobil baru tetap tumbuh. Tetapi lending tetap tumbuh 8,68 persen. ”Kami harap tahun ini pertumbuhan lending di kisaran Rp 20 triliun,” tutur Direktur Utama MTF Ignatius Susatyo Wijoyo.

Dari total target itu, masih didomiasi pembiyaan retail dan corporate fleet sebesar Rp 18,15 triliun, disusul KKB (program referral dari nasabah Bank Mandiri) sebesar Rp 2,35 triliun dan kredit multiguna sebesar Rp 0,5 triliun.

Sementara realisasi pembiayaan 2016 sebesar Rp 18,63 triliun, terdiri dari pembiayaan retail Rp 14,73 triliun, pembiayaan corporate fleet Rp 2,21 triliun, disusul KKB sebesar Rp 1,64 triliun dan kredit multiguna sebesar Rp 34,89 miliar.

Susatyo menambahkan, penjualan mobil baru tahun lalu tetap tumbuh 4,8 persen, kendati mengalami pelemahan dari tahun sebelumnya. ”Kami melakukan peralihan ke mobil penumpang portofolio mencapai 75 persen dari total mobil baru. Gaikindo mencatat pembiayaan MTF naik ke urutan ketiga tahun lalu,” urainya.

Untuk laba, tahun ini MTF menargetkan tumbuh menjadi Rp 356 miliar. Lebih tinggi dari perolehan laba periode 2016 sebesar Rp 335 miliar. Perusahaan tetap menjaga posisi rasio pembiayaan bermasalah (NPF) di bawah 2 persen. Secara gross NPF tercatat naik jadi 1,49 persen di akhir 2016, lebih tinggi dari NPF gross 2015 sebesar Rp 1,2 persen.

”NPF gross MTF meningkat jadi 1,49 persen. Kontribusi terbesar dari pembiayaan mobil komersial 2 persen dan mobil penumpang 1 persen. Untuk NPF komersial seperti truck 3 persen dan pick up 1,8 persen. Kami berharap tahun 2017 NPF bisa kembali ke level 1,2 persen,” imbuh Deputi Direktur MTF, Perana Citra Ketaren.

Susatyo menjelaskan, MTF terus melakukan ekspansi untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Kantor cabang per akhir tahun ini ditargetkan bertambah jadi 98 cabang, dan 21 kantor satelit. Ekspansi ke Indonesia Timur seperti Jayapura, Sorong, Ambon. ”Kami juga buka di Luwuk, Banung, Kalianda, Banyuwangi,” tukasnya.

Di sisi produk, MTF juga akan menggenjot kredit multiguna, pembiayaan emas, dan menggandeng bank untuk kredit otomotif.  Kredit multiguna sudah mulai akhir tahun lalu. Dan, tahun inidiharapkan bisa tumbuh double atau triple. ”Untuk investasi emas, saat ini sangat menarik,” tegas Deputi Direktur MTF William Francis Indra. (far)

 

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%