Nilai Transaksi SBN Rp 7.527 Triliun

Selasa, 21 Maret 2017 | 08:30
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID-Bank Indonesia (BI) mencatat jumlah transaksi Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder meningkat signifikan. Itu terjadi secara stabil dari tahun ke tahun. Tahun lalu, terakumulasi Rp 7.527 triliun. 

Deputi Gubernur BI Sugeng menyebut tahun lalu nilai transaksi SBN tercatat sejumlah Rp 7.527 triliun. Sedang dari Januari hingga medio Maret 2017, sebesar Rp 1.895 triliun. Angka itu terkumpul dari 39 ribu jumlah transaksi. ”Kami terus menjalankan secara transparan. Seiring perjalanan waktu, imaji peningkatan surat berharga diikuti tim pengembangan pasar surat utang,” tutur Sugeng.

Sugeng melanjutkan, pihaknya berharap transaksi surat berharga terus meningkat. Itu sejalan penandatanganan perjanjian penyelenggaran kliring obligasi negara dengan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI). BI menunjuk KPEI sebagai penyelenggara kliring atas transaksi obligasi negara di pasar sekunder, baik ditransaksikan melalui bursa maupun di luar bursa (over the counter).

”Kerja sama itu penting dalam meningkatkan kualitas data transaksi pasar sekunder, mengingat perdagangan obligasi negara di pasar sekunder mayoritas (hampir 100 persen) dilakukan secara OTC,” urainya.

Menurut Sugeng, penunjukkan KPEI merupakan langkah upaya mendukung rencana pemerintah membuka alternatif perdagangan obligasi negara di pasar sekunder. Nantinya, diharap mendukung pengembangan pasar surat utang di Indonesia. ”Sejak 2006, BI telah menunjuk KPEI sebagai penyelenggara kliring melalui bursa pasar sekunder. Penunjukan diperluas pada 2017 menjadi obligasi negara,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merangkap Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Nurhaida menambahkan secara makro kebutuhan pengembangan surat utang saat ini sangat dibutuhkan negara.

Sebab, surat utang merupakan salah satu sumber pembiayaan pembangunan infrastruktur di Indonesia. ”Sebab, negara butuh dana besar untuk menggenjot infrastruktur,” jelas Nurhaida. (far)

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%