Ekonomi Domestik Sanggah Ketidakpastian Global

Kamis, 23 Maret 2017 | 09:24
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID-Penguatan ekonomi domestik menjadi jalan keluar menyikapi ketidakpastian perdagangan global. Apalagi, dalam pertemuan G20 di Baden-baden, Jerman pekan lalu, negara anggota tidak menemui kesepakatan kebijakan perdagangan global. Padahal, kesepakatan itu bisa mendukung momentum pemulihan ekonomi.

Penyebabnya antara lain perubahan kebijakan perdagangan Amerika Serikat (AS) cenderung protektif, dan Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit). Tidak disangkal, negara-negara G20 tetap sepakat trade diperlukan. Namun, negeri Paman Sam menginginkan trade yang fair. ”Problemnya, tentu definisi fair sesuai kebutuhan AS, dan tidak selalu sama dengan kebutuhan internasional,” tutur Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, di Jakarta, Rabu (22/3)

Negara-negara Eropa, Asia, dan Latin Amerika menilai perdagangan internasional merupakan salah satu cara mendukung pemulihan ekonomi global. Karena itu, G20 diharap memegang komitmen untuk tetap anti kebijakan proteksionisme. ”Kalau seluruh negara mulai melakukan proteksionisme bisa jadi akan ada perang dagang dan bahkan perang mata uang secara global,” imbuhnya.

Padahal, pada pertemuan G20 di Hangzhou tahun lalu, negara anggota sepakat tidak akan melakukan tindakan menghambat munculnya kepercayaan diri global, termasuk diantaranya kebijakan proteksionisme. Itu sejalan langkah meningkatkan pertumbuhan ekonomi global sebesar 2 persen dalam tempo 5 tahun.

Indonesia dengan perekonomian terbuka, kondisi ketidakpastian global bakal berdampak pada kinerja ekspor-impor domestik. Karena itu, pemerintah harus bisa mengkompensasi sisi konsumsi masyarakat, investasi, dan belanja pemerintah. Pemerintah juga berupaya membuka pasar-pasar baru non AS karena belum optimal digarap. ”Kami harus memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara masih open. Tidak terkecuali dengan AS tetap melihat opportunity,” tegasnya.

Sri Mulyani berharap, komitmen soal arah kebijakan perdagangan global negara-negara G20 akan lebih positif dalam Pertemuan Tahunan Musim Semi (Spring Meeting) gagasan Bank Dunia (World Bank) dan Dana Moneter Internasional (IMF) medio tahun ini. ”Dalam ajang Spring Meeting, lazimnya ada satu sesi khusus pertemuan negara-negara anggota G20,” urainya. (far)

 

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%