Bos Djarum Crossing Saham BCA Rp 34 Triliun

Kamis, 13 April 2017 | 10:51
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ilustrasi

INDOPOS.CO.ID-Transaksi saham Bank Central Asia (BBCA) mewarnai lonjakan nilai transaksi saham secara total Rp 42,152 triliun di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham milik dua bersaudara pemimpin grup Djarum, Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono, dialihkan ke kendaraan investasi mereka, PT Dwimuria Investasi Andalan (Dwimuria).

Dalam komposisi pemegang saham BBCA, dari total 52,85 persen kepemilikan masyarakat memang terdapat 11,02 persen di antaranya merupakan pihak terafiliasi dengan Dwimuria. Belum termasuk sebesar 1,76 persen dimiliki bos grup Salim, Anthoni Salim.

Robert Budi Hartono atas nama pribadi tercatat memiliki sebanyak 979,2 juta saham BBCA atau setara 3,97 persen dan Michael Bambang Hartono memiliki 940,8 juta saham BBCA atau setara 3,82 persen.

Saham milik dua bersaudara, merupakan anak dari Oei Wie Gwan sang pendiri grup Djarum itulah yang ditransaksikan di pasar saham negosiasi. Tercatat transaksi terjadi pada jam 16:40 atau setelah jam perdagangan reguler berakhir. Budi dan Bambang sebagai pihak penjual dan Dwimuria sebagai pihak pembeli. Dwimuria sejatinya milik mereka berdua dengan komposisi kepemilikan 51 persen oleh Budi dan 49 persen dimiliki Bambang.

Dwimuria didirikan seiring keikutsertaan grup Djarum dalam program amnesti pajak (tax amnesty). Sebab sebelumnya kepemilikan mereka masih atas nama badan hukum asing, Farindo Investment (Mauritius) Ltd dan kini sudah dialihkan seluruhnya ke Dwimuria yang tercatat sebagai pemilik 47,15 persen saham BBCA.

Crossing saham milik Budi dan Bambang Hartono ke Dwimuria kemarin terjadi pada harga Rp 17.450 per saham. Sebesar Rp 17,3 triliun transaksi dari Budi dan Rp 16,5 triliun transaksi dari Bambang, sehingga total hampir Rp 34 triliun.

Saham BBCA sendiri ditutup naik 200 (1,15 persen) ke Rp 17.650 per saham sepanjang perdagangan. Secara total saham bank swasta terbesar di Indonesia itu ditransaksikan sebesar Rp 34,226 triliun atau representatif 81,2 persen dari nilai total transaksi saham di lantai bursa.

Total nilai transaksi saham di BEI sebesar Rp 42,152 triliun dengan volume 16,537 miliar saham pada frekuensi 349.579 kali. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup naik 16,222 poin (0,288 persen) menjadi 5.644.

Nilai kapitalisasi pasar saham naik menjadi Rp 6.143 triliun. Investor asing tercatat melakukan aksi beli dengan pembelian bersih sebesar Rp 1,591 triliun sehingga total pembelian bersih investor asing secara year to date atau sejak awal tahun hingga hari ini bertambah menjadi Rp 14,397 triliun. (far)

 

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%