Respon Positif Perppu Perbankan

Kamis, 13 April 2017 | 11:10
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ilustrasi

INDOPOS.CO.ID-Pelaku perbankan merespon positif Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) terkait keterbukaan informasi data keuangan. Selain tidak mengganggu dana pihak ketiga (DPK) perbankan, Perppu itu dinilai membuat transaksi berjalan transparan. Mencegah terjadinya transaksi gelap macam praktik pencucian uang (money laundering). 

”Kami mendukung langkah itu. Itu sejalan dengan program pengampunan pajak (tax amnesty) yang diselenggarakan pemerintah. Keterbukaan informasi itu membantu transaksi lebih terang benderang,” tutur Direktur Utama BRI Agro, I Komang Sudiarsa.

Ia melanjutkan transparansi itu juga tidak bakal mengganjal koleksi DPK. Itu karena masyarakat masih menjadi perbankan sebagai platform menyimpan dan mengembangkan investasi. Justru pemodal dan masyarakat akan lebih aktraktif mendekati bank. ”Kami rasa tidak akan memengaruhi perolehan dana pihak ketiga,” imbuh Sudiarsa.

Hingga akhir 2016, BRI Agro membukukan dana pihak ketiga (DPK) sejumlah Rp 9,22 triliun. Kemudian mentabulasi total kredit senilai Rp 8,18 triliun. Bank dengan modal inti Rp 1,88 triliun itu didukung rasio kecukupan modal (CAR) 23,68 persen. Bank masuk barisan bank umum kegiatan usaha (BUKU) II itu, telah mendapat restu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang peningkatan DPK 19 persen secara year on year (yoy).

Selanjutnya, perusahaan berencana menggelontorkan dividen sebesar Rp 19,57 miliar. Nilai dividen itu lebih tinggi dibanding besaran dividen 2015 di kisaran Rp 15,2 miliar. Pemegang saham juga telah menyetujui penggunaan laba bersih tahun lalu senilai Rp 103,01 miliar. Di mana, sebagian atau setara 20 persen dari laba itu, untuk dividen. Dividen per saham sekitar Rp 1,3 per saham, dan rencananya akan dibayarkan pada 17 Mei mendatang.

Selain untuk dividen, sebagian atau 5 persen atau Rp 5,15 miliar dari laba, akan disisihkan sebagai dana cadangan sesuai ketentuan pasal 70 UU perseroan terbatas No. 40 tahun 2007. Kemudian untuk sisanya sekitar Rp 78,28 miliar akan dibukukan sebagai laba ditahan.

Tahun lalu, perusahaan mencatat laba bersih 27,96 persen menjadi Rp 103,01 miliar dibanding edisi sama 2015 di level Rp 80,49 miliar. Lonjakan laba itu salah satunya didukung pendapatan bunga bersih menjadi Rp 421,67 miliar dibanding periode sama 2015 di kisaran Rp 355,77 miliar.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap Perppu itu tidak mengganggu DPK perbankan. Alasannya, DPK menjadi sumber utama likuiditas perbankan. ”Semoga Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memperhatikan dampak aplikasi Perppu itu,” harap Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad. (far)

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%