Produksi Kakao Sulsel Turun Drastis

Sabtu, 15 April 2017 | 13:23
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ilustrasi

INDOPOS.CO.ID- Pada 2012 lalu Sulsel sanggup memproduksi 180 ton kakao dalam setahun. Tahun lalu hanya 113 ton. Asosiasi Petani Kakao Indonesia (Apkai) menilai ada beberapa kendara penurunan produksi kakao Sulsel. Satu di antaranya adalah usia tanaman kakao yang sudah tua.

Rata-rata usia kakao di Sulsel sudah 20 tahun ke atas. Padahal, usia ideal kakao berproduksi adalah 5-13 tahun. "'Jika tidak ada bibit, pukuk, dan pendampingan maka sulit untuk petani kakao Sulsel akan maju," ujar Sulaiman Andi Loeloe, Ketua Apkai Sulsel.

Sulaiman bilang, selain usia tanaman kakao, biaya produksi yang semakin meningkat juga jadi kendala. Selain itu, peningkatan sumber daya manusia (SDM).

Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat sejak 2000 lalu Indonesia telah mengalami penurunan nilai produksi. Saat ini penurunannya diprediksi mencapai 30 persen.

Indonesia untuk sementara ada di posisi ketiga produsen kakao terbesar di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana. Namun, bukan tidak mungkin akan merosot ke depannya.

"'Model bisnis kakao butuh diubah. Bukan lagi bersifat konvensional, namun ditingkatkan menjadi gerakan pengembangan yang didukung dengan paket teknologi," ujar Bambang, Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementan.

Direktur Eksekutif Cocoa Sustainability Partnership (CSP), Rini Indrayanti, mengatakan salah satu target roadmap kakao berkelanjutan Indonesia (2020 Roadmap for Sustainable Indonesian Cocoa) adalah peningkatan produksi kakao di Indonesia.

Rini bilang perlu mendorong keterlibatan anak muda untuk menjadikan pengembangan kakao kompetitif. "Anak muda akan tertarik jika sektor kakao didukung semua pihak dan menguntungkan," tutur Rini.

Beberapa hal yang menjadi masalah bagi anak muda, kata Rini, adalah akses terhadap lahan, informasi, pengetahuan, dan permodalan. (abd/yat/Fajar/JPG)

 

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%