Juli, Pabrik SMGR Rembang Beroperasi

Sabtu, 15 April 2017 | 19:44
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ilustrasi

INDOPOS.CO.ID– PT Semen Indonesia Tbk berencana mengoperasikan pabrik di Rembang pada Juli. Saat ini pabrik berkapasitas maksimal 3 juta ton per tahun itu masih dalam proses commissioning dengan bahan baku dari Tuban.

Direktur Utama Semen Indonesia (SMGR) Rizkan Chandra menyatakan, pengoperasian pabrik Rembang masih terganjal masalah penambangan bahan baku di cekungan air tanah (CAT) Watuputih. ”Pabrik semen Rembang telah memenuhi sekitar 35 perizinan dan mematuhi aturan maupun regulasi terkait yang berlaku dan sudah siap beroperasi,” paparnya kemarin (13/4).

Namun, berdasar keputusan rapat di Kantor Staf Presiden pada Rabu (12/4), pabrik Rembang dapat beroperasi dengan menggunakan bahan baku tersedia sampai ada keputusan tentang kegiatan penambangan.

Sekretaris Perusahaan SMGR Agung Wiharto menambahkan, pada tahun ini pabrik tersebut dapat memproduksi 1 juta ton dan dapat mencapai kapasitas produksi maksimal pada 2019. ”Selama dua tahun pertama baru mampu beroperasi 60–70 persen saja,” terangnya.

Pabrik semen di Rembang akan menyuplai sebagian permintaan semen di Jawa. Selama ini sebagian besar permintaan semen di Jawa diproduksi dari pabrik di Tuban. Hanya di Jawa bagian barat yang dipenuhi dari Semen Padang, anak perusahaan Semen Gresik. Padahal, utilisasi pabrik di Tuban sudah mencapai 100 persen dengan total produksi 14 juta ton. Sekitar 60–70 persen dari kapasitas produksi tersebut digunakan untuk Jawa, sisanya untuk memenuhi kebutuhan di Bali, NTT, dan Kalimantan.

Karena kapasitas produksi pabrik di Tuban sudah maksimal, permintaan baru sulit untuk dipenuhi perseroan. Karena itu, pangsa pasar SMGR terancam tergerus di tengah oversuplai semen di tanah air. ”Jika tidak ada tambahan pabrik baru, pada tahun 2020 kami tidak bisa mempertahankan pasar,” papar Agung.

Di Jawa, SMGR mampu menjadi pemimpin pangsa pasar dengan capaian 40 persen. Kontribusi pasar semen di Jawa mencapai 56 persen dari total kebutuhan semen dalam negeri.    Menurut Agung, pabrik di Rembang berada di zona Rembang, bukan zona Kendeng. Selain itu, pabrik perseroan jauh berada di Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Sukolilo di tiga wilayah (Pati, Blora, dan Grobogan).

Selain itu, area penambangan batu gamping pabrik Rembang di kawasan cekungan air tanah Watuputih berada di kawasan budi daya, bukan di area lindung. (vir/c10/noe/JPG)

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%