Triwulan Pertama 2017, BCA Catat Laba Bersih Rp 5 Triliun

Kamis, 20 April 2017 | 23:35
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Foto : image. Siti Mustiani

INDOPOS.CO.ID - PT Bank Central Asia Tbk (IDX: BBCA) dan para entitas anak mencatat kinerja keuangan pada triwulan I 2017 dengan pertumbuhan laba bersih 10,7 persen menjadi Rp 5,0 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 4,5 triliun. Pendapatan operasional BCA, yang terdiri dari pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya, tumbuh 5,3 persen menjadi Rp 13,5 triliun pada triwulan I 2017 dibandingkan Rp 12,8 triliun pada triwulan I 2016.

 
Presiden Direktur BCA, Bapak Jahja Setiaatmadja, mengatan, fokus untuk mengembangkan franchise perbankan transaksi telah memungkinkan BCA dalam meningkatkan dana pihak ketiga di tengah fase pemulihan ekonomi nasional.
 
"Investasi terus dilakukan untuk memperkuat bisnis inti BCA dan guna beradaptasi secara konsisten sejalan dengan perubahan perilaku dan preferensi nasabah. Dalam triwulan ini, Bank terus menjalankan fungsi intermediasi secara prudent serta menawarkan suku bunga kredit yang kompetitif," kata dia pada jumpa pers di Jakarta,Kamis (20/4).
 
Pada akhir Maret 2017, outstanding kredit BCA tercatat sebesar Rp 409 triliun, tumbuh 9,4 persen dibandingkan dengan posisi yang sama tahun sebelumnya. Kredit korporasi meningkat 17,9 persen YoY menjadi Rp 152,6 triliun, sementara kredit komersial & UKM naik 1,7 persen YoY menjadi Rp 144,7 triliun. Kredit konsumer tumbuh 9,4 persen YoY menjadi Rp 111,7 triliun didukung oleh pertumbuhan di semua produk. 
 
Kredit pemilikan rumah naik 10,4 persen YoY menjadi Rp 66,1 triliun dan kredit kendaraan bermotor meningkat 7,3 persen YoY menjadi Rp 35,1 triliun. Pada akhir triwulan I 2017 outstanding kartu kredit tercatat sebesar Rp 10,5 triliun, tumbuh 10,7 persen YoY. 
 
Pada akhir Maret 2017, rasio kredit bermasalah (NPL) berada pada level 1,5%, meningkat dari 1,3 persen pada akhir Desember 2016. Meskipun demikian, rasio NPL BCA tetap berada di bawah rata-rata industri perbankan yang berada pada kisaran 3% dan dalam tingkat toleransi risiko yang masih dapat diterima. Pada triwulan I 2017 BCA membukukan cadangan kredit sebesar Rp 12,2 triliun, meningkat 29,4% dibandingkan tahun sebelumnya. 
 
Dengan demikian, rasio cadangan kredit bermasalah tercatat sebesar 203,3%. Posisi permodalan dan likuiditas BCA tetap terjaga dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio – CAR) sebesar 23,1% dan rasio kredit terhadap pendanaan (Loan to Funding Ratio – LFR) sebesar 75,1% per 31 Maret 2017.
 
Di sisi pendanaan, keunggulan dalam penyediaan layanan transaksi yang andal, aman dan nyaman telah mendukung BCA untuk mempertahankan pertumbuhan dana pihak ketiga pada tingkat yang sehat. Pada akhir Maret 2017, dana pihak ketiga meningkat 13,8% YoY mencapai Rp 535,1 triliun. Dana CASA tumbuh 12,1% YoY menjadi Rp 405,4 triliun dan tetap merupakan porsi utama dari dana pihak ketiga BCA yaitu sebesar 75,8%. Dana tabungan mencatat pertumbuhan positif sebesar 10,0% YoY menjadi Rp 268,3 triliun, sementara dana giro meningkat 16,4% YoY mencapai Rp 137,1 triliun. Dana deposito tercatat sebesar Rp 129,7 trillion pada akhir Maret 2017, naik 19,4% YoY.
 
“Dihadapkan pada ketidakpastian perubahan suku bunga global dan risiko ketidakstabilan arus dana global, kami akan memperhatikan posisi likuiditas dan permodalan yang kokoh sementara terus berupaya mempertahankan kualitas kredit. BCA akan memantau secara cermat atas perkembangan makroekonomi dan masing-masing sektor secara individu guna memanfaatkan peluang-peluang bisnis yang timbul,” tutur Jahja. (rmn)
Editor : Ali Rahman
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%