Rasio Jumlah Wirausaha Indonesia di Bawah Singapura

Senin, 24 April 2017 | 05:41
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
INSPIRATIF: CEO CT Corp, Chairul Tanjung, di hadapan Himpunan Pengusaha Alumni (HIPA) Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), dalam Sharing Session Business, Munas HIPA 2017, di Jakarta, akhir pekan lalu. Foto: Jakfar Shadik/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID-Pemerintah bertekad mendongkrak wirausaha mencapai 4 persen. Itu artinya, tahun depan pelaku entrepreneur diharap berada di kisaran 9,2 juta. Menanjak dari posisi saat ini di kisaran 7,13 juta alias 3,1 persen dari total populasi 230 juta jiwa.

Rasio jumlah wirausaha di Indonesia masih di bawah negara tetangga. Singapura misalnya, telah mencapai 7 persen, Malaysia 5 persen, dan Thailand 4 persen. Karena itu, butuh penguatan kultur supaya kewirausahaan tumbuh di tengah masyarakat.

”Saya mengajak semua untuk meningkatkan inovasi, kreativitas dan enterpreneurship. Selanjutnya, ilmu pengetahuan dan teknologi (IT) sebagai kunci penguasaan ekonomi,” tutur CEO CT Corp, Chairul Tanjung, di hadapan Himpunan Pengusaha Alumni (HIPA) Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), dalam Sharing Session Business, Munas HIPA 2017, di Jakarta, akhir pekan lalu.

CT sapaan akrab Chairul Tanjung menyebut persaingan begitu ketat. Kini, efisiensi dan sekadar produktivitas sudah tidak memadai. Nah, untuk memenangkan persaingan, pengusaha wajib inovatif, kreatif, dan entrepreneurship. ”Didukung sumber daya manusia (SDM) unggul, perekonomian harus berbasis inovasi, kreativitas dan entrepreneurship,” imbuh Eks Menteri Koordinator (Menko) Bidang Ekonomi di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), itu menukas.

CT mengingatkan untuk tidak mendikotomi antara teknologi dan ekonomi. Itu sebagai upaya transformasi bangsa dan ekonomi ke arah lebih baik. Sebab, tanpa sinergi kelompok ekonomi dan teknologi, tidak bakal menuai sukses.

Betul kata CT, lima tahun lalu, tidak pernah terlintas kalau Uber taksi tanpa armada bisa menguasai market share dunia. Itu menyeret Blue Bird ikut turun jalan menolak kehadiran taksi berbasis online. Padahal, dulunya tegas CT, kalau Blue Bird masuk suatu daerah didemo besar-besaran. ”Sekarang Blue bird malah ikut mendemo,” kelakar bos Transtv dan Trans7 tersebut.

Kejutan lainnya sambung CT datang dari Amazon dan Alibaba, perusahaan ritel terbesar dunia. Amazon dan Alibaba tidak mempunyai toko tetapi malah menguasai dunia. ”Selain inovasi, memahami demografi juga tidak kalah krusial. Sebab, tidak mungkin menyajikan produk kalau tidak sesuai kebutuhan pasar,” ingatnya.

Semangat entrepreneur menjadi perhatian Ketua Umum HIPA ITS edisi 2014-2017, Kristiono. Kata dia, penting belajar kewirausahaan dari sosok CT. Pengalaman CT bisa memacu generasi muda khususnya HIPA ITS untuk mendongkrak kewirausahaan. ”Sharing ini akan mendorong calon pengusaha HIPA menjadi lebih semangat berwirausaha,” ucap Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) itu.

Kristiono menjelaskan, eksistensi pengusaha penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan sebuah negara. Karenanya, butuh penguatan kultur kewiraan di tengah masyarakat. ”Mayosritas masyarakat masih konservatif dan takut gagal,” tegasnya.

Sementara itu, Totty Moekardiono, secara aklamasi dipilih menjadi Ketua HIPA ITS periode 2017-2020. Alumnus Fakultas Elektro edisi 1975 itu, terpilih dan resmi menggantikan posisi yang ditanggalkan Kristiono. Totty, berjanji untuk memperkuat sinergi antara pengusaha alumni ITS.

”HIPA ITS harus kuat terutama mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan sebuah negara. Kami juga berkomitmen mendukung program pemerintah pada sektor maritime. Apalagi, tidak sedikit jebolan ITS terkait sektor maritime,” tukas CEO  PT Wahanaputra Margaswadaya itu. (far)

 

 

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%