Perlu Kepastian Hukum dalam Menjamin Investasi di Indonesia

Jumat, 19 Mei 2017 | 16:25
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Diskusi yang bertema Sengketa Pajak dalam Bisnis dan Pengaruhnya dalam Investasi, di Jakarta, Jumat (19/5).

INDOPOS.CO.ID - Perlu kepastian hukum dalam menjamin investasi di Indonesia. Keputusan  yang berbeda-beda atas sebuah kasus-kasus sengketa bisnis yang mirip membuat masyarakat dan pengusaha bimbang. 

Pokok pikiran itu muncul dalam sebuah diskusi yang bertema "Sengketa Pajak dalam Bisnis dan Pengaruhnya terhadap Investasi" di Jakarta, Jumat (19/5). 

Menurut Dr Fitriani A Syarif ahli perundang-undangan Fakultas Hukum Universitas Indonesia untuk mengambil sebuah keputusan hukum kedudukan sebuah aturan mesti dipastikan dalam sebuah sistem perundangan. 

Sebuah surat edaran Dirjen misalnya, lanjut dia, mesti dipahami sebagai sebuah produk yang berlaku secara internal. Artinya surat itu tidak tepat untuk dijadikan dasar menyelesaikan sengketa pajak pertambangan. 

Surat Edaran Dirjen 44P/PJ/2014 penegasan Tarif PPH badan bagi Wajib Pajak Bidang Pertambangan.

Hal itu dia tekankan mengingat banyak pertanyaan soal besaran wajib pajak yang harus dibayar oleh perusahaan tambang yang mendapatkan yang keuntungan melebihi Rp 50 juta tiap tahun. 

"Dalam sengketa pajak yang diajukan perusahaan perusahaan tambang di pengadilan pajak kerap ada keputusan yang memenangkan pemohon untuk dapat membayar 25 persen namun dalam kasus lain ada permohonan yang ditolak sehingga perusahaan tambang itu harus membayar pajak 30 persen," kata Dr. Fitriani

Hal seperti itu adalah salah satu sebab ketidakpastian hukum bisnis tambang. "Tentu saja di masa depan kepastian hukum amat dibutuhkan mengingat bisnis tambang memiliki karakter yang berbeda. Bisnis tambang butuh investasi besar dan padat teknologi sedangkan risiko kegagalan tinggi pula," tutup dia. (rmn)

Editor : Ali Rahman
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%