Capital Inflow Banjiri Saham

Minggu, 21 Mei 2017 | 21:17
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID-Otoritas pasar domestik menyambut positif keputusan S&P mengerek peringkat Indonesia menjadi layak investasi (investment grade). Kondisi itu dinilai bakal memantik dana asing masuk (capital inflow) dalam negeri lebih sporadis. Pasalnya, peringkat layak investasi menjadi salah satu acuan manajer investasi (MI) asing menanamkan modal pada suatu negara.

Disebu-sebut capital inflow akan semakin menderas. Membanjiri sejumlah instrumen investasi pasar dalam negeri. ”Berdasar pengalaman bertemu MI asing, mereka hanya akan masuk pada negara dengan tingkat investment grade,” tutur Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio.

Tidak hanya itu, kenaikan peringkat juga dapat mendorong suku bunga menurun. Penyesuaian tingkat suku bunga pada ujungnya memicu investor menempatkan dana ke pasar saham. Kalau saham menjadi jujukan investasi, maka harga saham semakin menanjak. ”Kalau suku bunga turun, pemodal akan membelokkan dana pada instrumen saham,” ulas Tito.

Menyusul lonjakan peringkat itu, otoritas market tentu mempunyai tugas tambahan. Tepatnya, menambah jumlah instrumen investasi di pasar modal. Salah satu instrumen menjadi perhatian, yakni produk derivatif structured warrant.

Di sisi lain, Direktur Panin Asset Management, Rudiyanto menambahkan setelah kenaikan peringkat itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksi menembus level 6.000 dalam waktu dekat. ”Valuasi kami Indeks bertengger di kisaran 6.000 tanpa S&P menaikan peringkat. Nah, dengan kenaikan itu, Indeks akan melewati level tersebut,” tegas Rudiyanto.

S&P menempatkan Indonesia pada Investment Grade dengan menaikkan peringkat utang Indonesia pada level BBB- dengan outlook stabil dari posisi sebelumnya BB. (far)

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%