Rupiah Menguat Karena Kenaikan Peringkat S&P

Selasa, 23 Mei 2017 | 15:48
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID- Research Analyst FXTM Lukman Otunuga menilai, nuansa positif mewarnai ekonomi Indonesia di hari Senin setelah S&P menaikkan peringkat obligasi pemerintah Indonesia dari BBB- menjadi BB+ yang memasuki level investment grade.

Dengan masuknya ekonomi terbesar Asia Tenggara ini ke peringkat investment grade dari tiga badan pemeringkat terbesar, prospek umum ekonomi Indonesia mulai terlihat sangat menjanjikan. Saham Indonesia kemungkinan akan menguat ke depannya dengan aliran masuk dana global dan peningkatan investasi asing langsung yang menyokong selera risiko investor.

Data ekonomi Indonesia terus menunjukkan pertanda stabilitas dan inflasi pun mulai stabil, karena itu spekulasi meningkat bahwa Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga mendekati akhir tahun untuk mendukung pemulihan ekonomi.

”Rupiah menguat terhadap Dolar AS karena kenaikan peringkat S&P ini. USDIDR bergerak mendekati 13300 pada saat laporan ini dituliskan.Breakdown dan penutupan harian di bawah 13280 akan memberi motivasi bagi penjual untuk mengantarkan USDIDR lebih rendah lagi menuju 13240,” kata Lukman Otunuga.

Saham Asia kembali berkibar pada awal perdagangan hari Senin setelah apresiasi tajam harga minyak mengangkat sentimen global dan selera risiko. Saham Eropa mayoritas bervariasi karena investor berupaya melihat melampaui gejolak politik di Washington dan berfokus pada fundamental makro di Eropa. Kekhawatiran tentang pemerintahan Presiden Donald Trump sedikit mereda dan masih ada yang optimis terhadap kebijakan pro-pertumbuhan Trump, karena itu Wall Street berpotensi sedikit menguat hari ini waktu setempat. 

Lukman melihat, USD terpukul oleh masalah Trump pekan lalu. Harga kesulitan untuk pulih dari level terendah enam bulan karena investor mengevaluasi kembali ketidakstabilan politik di Washington dan dampaknya terhadap kebijakan pro-pertumbuhan Trump. Segala kenaikan USD karena reli Trump telah terkikis karena meningkatnya ketidakpastian.

”USD saat ini bearish. Perhatian akan tertuju pada testimoni publik mantan direktur FBI James Comey yang berpotensi memberi kejutan negatif lebih lanjut terhadap USD apabila ada informasi baru yang terkuak. Sehubungan dengan makroekonomi, notulen Fed dan PDB AS akan menjadi sorotan dan sangat dicermati investor untuk mencari isyarat jadwal kenaikan suku bunga tahun ini,” kata Lukman.

Menurutnya, Sterling bulls dengan mudah memanfaatkan USD yang melemah untuk meningkatkan GBPUSD ke atas level resistance sulit yaitu 1.3000. Politik Inggris Raya dan Theresa May kembali menjadi fokus pekan ini. Karena itu, kenaikan kurs GBP mungkin tetap terbatas dan bahkan mungkin melemah.

Ketidakpastian masih tetap tinggi terkait negosiasi Brexit. Sementara itu, ada kecurigaan bahwa alotnya diskusi dengan Uni Eropa akan memuat GBP semakin melemah. Estimasi kedua PDB kuartal pertama 2017 kemungkinan tidak akan direvisi. ”Oleh sebab itu, risiko peristiwa utama untuk GBP hari ini adalah laporan inflasi hari Selasa. Mark Carney dari BoE akan memberi testimoni tentang inflasi dan prospek ekonomi di hadapan Komite Parlementer,” katanya.

Harga minyak menguat di hari Senin karena optimisme terus meningkat tajam bahwa negara-negara penghasil minyak utama akan memperpanjang kesepakatan pemangkasan level produksi untuk menyeimbangkan pasar.

Walaupun pasar memperkirakan bahwa rapat antara anggota OPEC dan Non-OPEC pada 25 Mei akan menghasilkan perpanjangan kesepakatan saat ini selama 9 bulan lagi, kita masih belum tahu bagaimana reaksi minyak serpih AS. Aksi harga yang terlihat di pasar minyak mengatakan bahwa harga masih mengalami tarik menarik antara bulls OPEC dan bears minyak serpih AS.

Harga dapat meningkat dengan perpanjangan kesepakatan ini, namun kenaikan harga berpotensi mengalami rintangan apabila produksi minyak serpih AS terus meningkat tanpa bendung memasuki pasar yang sudah terlalu jenuh ini.

”Masalah Trump telah melejitkan harga emas pekan ini di kisaran USD 1254 pada saat laporan ini dituliskan. Investor mencari perlindungan pada emas dalam keadaan politik yang bergejolak di Washington. Logam mulia ini sedang berubah menjadi bullish pada grafik harian dan Dolar yang sedang rapuh dapat mendorong bulls untuk menaklukkan level $1260. Dari sudut pandang teknikal, breakout di atas USD1260 dapat mengantarkan harga menuju USD1275,” katanya.(wsa)

 

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%