Laba Bersih Danamon Tumbuh 18 Persen

Selasa, 25 Juli 2017 | 19:47
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
FOTO BERSAMA: Jajaran Board of Management PT Bank Danamon Indonesia Tbk sesaat setelah paparan kinerja Semester I/2017. Foto: Danamon for INDOPOS

INDOPOS.CO.ID-PT Bank Danamon Indonesia, Tbk. (Danamon) hari ini mengumumkan laporan keuangan untuk semester pertama tahun 2017. Danamon membukukan laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp 2 triliun di semester pertama tahun 2017, atau tumbuh 18 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba operasional tumbuh 22 persen menjadi Rp 2,9 triliun, didorong oleh penurunan biaya kredit dan efisiensi pengelolaan operasional Danamon. Peningkatan kualitas aset juga tercermin dari penurunan total kredit bermasalah (nonperforming loans) sebesar 4 persen dibandingkan setahun sebelumnya.

”Kami terus meningkatkan kualitas produk dan layanan Danamon untuk melayani nasabah lebih baik. Pada semester pertama tahun ini, Danamon memperluas layanan digital dengan peluncuran D-Connect, yang memberikan solusi terintegrasi untuk perbankan online dan mobile bagi segmen usaha. Dalam hal kualitas layanan, Danamon meraih peringkat ketiga secara keseluruhan dalam survey yang dilaksanakan Marketing Research Indonesia (MRI). Kami meluncurkan program poin rewards D-Point sebagai apresiasi terhadap nasabah Danamon melalui pengumpulan poin yang dapat diraih melalui berbagai aktifitas perbankan,” kata Chief Financial Officer dan Direktur Danamon Vera Eve Lim.

Pertumbuhan pada portofolio kredit UKM, Enterprise, dan Mortgage Portofolio kredit Danamon terus bergeser menuju segmen non-mass market. Danamon membukukan pertumbuhan pada segmen Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Enterprise dan Mortgage.

Kredit pada segmen UKM tumbuh 9 persen menjadi Rp 26,7 triliun. Portofolio Enterprise, terdiri dari perbankan korporasi, komersial dan institusi keuangan, tumbuh 6 persen menjadi Rp 37,1 triliun. Sementara kredit Mortgage tumbuh 25 persen menjadi Rp 4,9 triliun.

Di luar perbankan mikro, total portofolio kredit dan trade finance tumbuh 4 persen menjadi Rp 119,8 triliun pada akhir semester pertama tahun 2017 dibandingkan setahun sebelumnya. Di tengah lemahnya industri otomotif, pembiayaan baru Adira Finance tumbuh 5 persen dibandingkan setahun sebelumnya didorong oleh segmen kendaraan roda dua dan empat. Pembiayaan Adira Finance pada akhir semester pertama 2017 sebesar Rp 44,6 triliun. Kredit kepada segmen mikro melalui Danamon Simpan Pinjam (DSP) turun 32 persen menjadi Rp 8,5 triliun karena kompetisi dan permintaan yang menurun.

Likuiditas dan permodalan yang sehat Dengan rasio kredit terhadap total pendanaan atau loan to funding ratio (LFR) pada 89,6 persen, likuiditas terkelola dengan baik. Pada saat yang sama, giro dan tabungan (CASA) naik 4 persen menjadi Rp 46,7 triliun. Sedangkan rasio CASA tumbuh menjadi 44,3 persen dari 42,1 persen pada setahun sebelumnya.

Deposito menurun 4 persen menjadi Rp 58,8 triliun melalui pelepasan dana mahal. Rasio kecukupan modal Danamon (capital adequacy ratio/CAR) tetap menjadi salah satu yang terbaik di antara bank-bank dikelompoknya. CAR konsolidasian berada pada posisi 21,5 persen, sementara CAR bank only berada pada 23,2 perseb.

Fee income (Non-credit related) tumbuh 6 persen dari setahun sebelumnya Fee income (tidak termasuk credit related fee) Danamon tercatat pada Rp 566 miliar atau tumbuh sebesar 6 persen dibandingkan setahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mayoritas didukung oleh kontribusi net underwriting profit Adira Insurance yang tumbuh 9 perseb menjadi Rp 252 miliar.

Bancassurance fee juga tumbuh 12 persen menjadi Rp 160 miliar. Kualitas aset membaik Danamon terus meningkatkan kualitas asetnya melalui penerapan prosedur pengelolaan risiko yang pruden serta proses collection dan credit recovery yang disiplin.

Total Kredit Bermasalah (non-performing loans/NPL) turun 4 persen menjadi Rp 3,8 triliun, pada saat NPL industri naik 6 persen dibandingkan setahun sebelumnya. Biaya Kredit (Cost of Credit) juga menurun 23 persen menjadi Rp 1,7 triliun. Rasio kredit bermasalah (Gross non-performing loans) Danamon tercatat pada 3,2 persen, yang masih di bawah batas yang ditentukan regulator yaitu 5 persen. (wsa)

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%