Anak Tuha siap Jadi Sentra Bawang

Jumat, 28 Juli 2017 | 14:23
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
PANEN: Petani sedang memanen bawang merah di Lampung. Foto: istimewa

INDOPOS.CO.ID-PT Santosa Agrindo (SANTORI), Anak usaha PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) melakukan panen bawang merah dilokasi demplot di feedlot SANTORI di Kec. Anak Tuha, Kab. Lampung Tengah. Panen bawang tersebut merupakan tahap pertama dari program pemberdayaan masyarakat dari  SANTORI untuk mengembangkan Bawang Anak Tuha.

”Santori berhasil memanem sekitar 2,1 ton bawang merah dari luasan lahan sekitar 0,5 hektar, nantinya bawang ini akan diolah untuk menjadi bawang bibit,” ujar ZamZam Qodaruddin. ”Nantinya bawang bibit akan digunakan untuk mengembangkan ujicoba di lahan petani dan ditanam kembali di demplot,” imbuhnya.

Rencananya akan terdapat sekitar 20 orang petani yang akan menerima manfaat langsung dari program. Bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Lampung, SANTORI telah memberikan pelatihan kepada calon petani mitra mengenai dasar tehnik bertanam bawang.

“Sepanjang kegiatan panen ini kami juga melibatkan para calon petani mitra agar mereka juga mendapatkan pengalaman langsung,” jelas ZamZam. ”Selain pelatihan dalam kelas, petani mitra juga akan mendapatkan pelatihan lapangan mulai dari pengolahan lahan, perawatan tanaman, hingga nantinya pengolahan masa panen,” tambahnya.

Program pengembangan sentra bawang di Anak Tuha selain bertujuan untuk mendukung program pemerintah terutama Kementrian Pertanian, juga merupakan bentuk komitmen SANTORI terhadap pemberdayaan masyarakat di sekitar lokasi usaha.

”Program pengembangan Bawang Anak Tuha merupakan salah program unggulan Social Investment JAPFA,” jelas Head of Social Investment Dept. JAPFA R. Artsanti. ”Pendekatan social investment mendorong agar program di masyarakat dapat berlangsung secara berkesinambungan dan mandiri,” jelasnya.

Artsanti juga menjelaskan, program pengembangan Bawang Anak Tuha dikembangkan dengan model pengembangan kelompok tani dan berdasarkan prinsip bantuan bibit bergulir. Sehingga nantinya penerima manfaat akan terus dapat berkembang setelah selesai satu putaran program.

”Pilihan JAPFA untuk mengembangkan bawang di Anak Tuha terutama karena harga jual bawang yang cenderung stabil, sehingga nantinya dapat mendorong kesejahateraan petani di sekitar  lokasi usaha,” jelas Artsanti.

Lebih lanjut, Artsanti menjelaskan, pemilihan kegiatan di sektor pertanian dikarenakan SANTORI memiliki produksi pupuk kandang dalam jumlah besar. Sehingga pupuk kandang tersebut dapat dimanfaatkan oleh petani sekitar. Hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pupuk kandang tersebut hanya diberikan untuk petani yang memiliki kebun.

”Kami berharap program ini berkesinambungan karena terintegrasi dengan kegiatan bisnis SANTORI di anak tuha,” ujar Artsanti. ”Upaya besar tersebut merupakan komitmen JAPFA group untuk mewujudkan misinya ‘Berkembang Menuju Kesejahteraan Bersama’,” tutupnya. (wsa)

 

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%