Fed Waspada, Rupiah Menguat

Jumat, 28 Juli 2017 | 14:43
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID-Research Analyst FXTM Lukman Otunuga mengatakan, Rupiah menguat terhadap Dolar AS pada sesi perdagangan hari Kamis setelah Fed mempertahankan suku bunga di bulan Juli. Walaupun sudah diperkirakan bahwa kebijakan moneter akan tidak berubah, kurangnya keterangan mengenai rencana jadwal kenaikan suku bunga berikutnya disambut hangat di pasar berkembang, termasuk Indonesia.

Risiko politik di Washington membebani Dolar dan kekhawatiran tentang inflasi yang melambat membebani prospek kenaikan suku bunga AS membuat saham dan mata uang pasar berkembang berpotensi tetap terangkat.

”Apabila ekspektasi kenaikan suku bunga AS terus menurun, maka kekhawatiran tentang arus keluar modal pun dapat menurun sehingga Rupiah semakin menguat. Dari sudut pandang teknikal, USDIDR merosot ke bawah 13320 pada hari Kamis dan dapat mengarah ke 13330 apabila Dolar terus melemah,” kata Lukman Otunuga.

Lukman juga menyoroti Dolar yang tergelincir ke level terendah setelah 13 bulan terhadap sekeranjang mata uang pada perdagangan hari Kamis. Itu setelah pernyataan kebijakan Fed bulan Juli bernada dovish. Walaupun Fed memberi sinyal bahwa bank sentral AS ini akan mulai merampingkan kepemilikan obligasi yang sangat besar ’dalam waktu relatif dekat’, kekhawatiran bahwa inflasi akan tetap berkisar di ’sedikit di bawah 2 persen’ dalam jangka pendek menyedot perhatian pasar.

”Inflasi yang lemah menjadi risiko bagi siklus kenaikan suku bunga Fed dan mengganggu prospek kenaikan suku bunga lebih lanjut sehingga Dolar rentan melemah lebih rendah lagi,” katanya.

Dari sudut pandang teknikal, Indeks Dolar tetap sangat bearish pada grafik harian karena secara konsisten terdapat level terendah yang lebih rendah dan level tertinggi yang lebih rendah. Investor bearish yang mengharapkan peluang untuk semakin menyerang harga mendapat angin segar dari kekhawatiran perlambatan inflasi, dan ini tergambarkan dalam aksi pasar di hari Rabu.

Mata uang ini semakin sensitif terhadap spekulasi kebijakan moneter dan saat ini pasar memperhitungkan probabilitas 46.8 persen kenaikan suku bunga sebesar 25 bps pada bulan Desember sehingga kurs Dolar mungkin akan tetap lemah.

Emas, menurutnya, naik ke level tertinggi 6 pekan baru di atas USD1264 pada sesi perdagangan hari Kamis setelah kewaspadaan dalam penilaian inflasi Fed pada pernyataan kebijakan bulan Juli mengganggu prospek kenaikan suku bunga AS. Peningkatan ini didukung pula oleh Dolar AS yang merosot tajam yang menjadi dasar yang solid bagi bulls untuk kembali mengadakan aksi beli.

Logam mulia ini dikenal sangat dipengaruhi oleh ekspektasi kenaikan suku bunga AS sehingga ada peluang besar bahwa harga emas akan terus menguat apabila spekulasi kenaikan suku bunga Fed tahun ini semakin menurun.

Emas dapat semakin bullish didukung oleh ketidakpastian brexit dan risiko politik di Washington yang membuat selera resiko semakin menurun. Dari sudut pandang teknikal, breakout tegas dan penutupan harian di atas USD1260 dapat membuka jalan menuju kenaikan yang lebih besar lagi ke arah USD1268. (wsa)

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%