Soal Pertamini, Ini Saran dari Pengamat

Rabu, 09 Agustus 2017 | 07:40
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
LAPANGAN KERJA: Salah satu Pertamini. Foto: Net

INDOPOS.CO.ID-Pemerintah dan Pertamina harus terus mencegah terjadinya penjualan BBM di luar SPBU yang menerapkan HET yang ditetapkan.

Pengamat Kebijakan Enerji Sofyano Zakaria menegaskan bahwa hal itu dapat dilakukan.  Apalagi saat ini, sudah marak kehadiran kios kios penjualan bahan bakar minyak (BBM) yang diberi nama Pertamini.

"Itu selain sebagai peluang yang bisa menjadikan lapangan usaha baru  dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.Juga  peluang bagi Pemerintah untuk mencegah terjadinya penjualan BBM  di luar SPBU," ujarnya Selasa (8/8).

Sofyano yang juga Direktur PUSKEP itu mengatakan, masyarakat perlu mengetahui bahwa Kios BBM Pertamini  adalah kios BBM non Pertamina.  Yang tidak ada hubungan serta keterikatan apapun dengan Pertamina.

"Pemerintah dan Pertamina seharusnya melihat keberadaan kios BBM ini sebagai peluang bisnis dan bagian dari mata rantai distribusi," jelasnya. 

Keberadaan kios BBM Pertamini yang telah ada saat ini, harus dapat memenuhi ketentuan yang diatur dalam UU 22 tahun 2001 tentang Migas. Seperti  kualitas BBM  dan akurasi takaran BBM yang dijual di kios Pertamini. "Demikian pula terhadap peralatan dan faktor amannya peralatan," jelas Sofyano.

Pertamina menurutnya, sebaiknya juga perlu memikirkan adanya kios BBM yang memenuhi ketentuan peraturan yang berlaku. "Kios BBM yang ditangani Pertamina pasti akan menjamin kualitas BBM dan harga jualnya," ujarnya.

Kepemilikan kios BBM itu nantinya juga harus dimiliki oleh usaha kecil perorangan. Dan jangan sampai dimonopoli oleh pihak tertentu. 

"Karena kios BBM ini bertujuan melahirkan lapangan pekerjaan dan usaha bagi usaha kecil perorangan. Maka seharusnya Pemilik dan atau pemegang saham dari SPBU yang ada , tidak diperbolehkan menjadi pemilik kios BBM," ujarnya.

"Selain itu keberadaan kios BBM harus diatur hanya berada pada wilayah tertentu yang jauh dari SPBU yang terdekat," pungkasnya. (dai) 

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%