Juli, Keyakinan Konsumen Indonesia Meningkat

Rabu, 09 Agustus 2017 | 21:03
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID-Research Analyst FXTM Lukman Otunuga mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan menguat pada sesi perdagangan hari Selasa karena laporan bahwa indeks konsumen Bank Indonesia meningkat menjadi 123.4 di bulan Juli. Konsumen Indonesia terlihat lebih bergairah di bulan Juli dan menunjukkan optimisme mengenai aktivitas usaha, ketersediaan lapangan kerja, dan kenaikan upah pada tengah tahun kedua 2017.

”Karena kenaikan keyakinan konsumen menggambarkan stabilitas ekonomi yang membaik, maka IHSG dan Rupiah pun terangkat. Dari sudut pandang valuta asing, Rupiah bertahan terhadap USD setelah rilis data ini dan USDIDR menyentuh 13300,” kata Lukman Otunuga.

Dapatkah OPEC Membangkitkan Minyak?
Lukman mengatakan, tidak banyak pergerakan di pasar minyak pada sesi hari Selasa karena investor waspada di saat OPEC dan Non-OPEC membicarakan level kepatuhan terhadap kesepakatan pemangkasan produksi di Abu Dhabi.

Pemain pasar sepertinya tidak terpengaruh oleh diskusi konstan tentang OPEC karena pasar semakin skeptis terhadap rencana kartel ini untuk meningkatkan kepatuhan setelah produksi OPEC menyentuh level tertinggi di 2017 dan ekspor pun menyentuh rekor. Walau OPEC tetap optimis bahwa kesepakatan pemangkasan produksi ini pada akhirnya akan dapat menyeimbangkan pasar yang telah jenuh, tapi kurangnya kepatuhan dari Irak dan peningkatan produksi di Libya mengancam keberhasilan upaya OPEC untuk meningkatkan harga minyak.

”Ekuador sudah mundur dari kesepakatan OPEC karena tekanan keuangan, sehingga waktu semakin sempit dan dibutuhkan lebih dari sekadar kesepakatan dari kartel ini untuk dapat mengangkat harga minyak,” katanya.

Apabila tidak ada terobosan dari rapat OPEC kali ini dan investor kembali dikecewakan, Lukman memperkirakan harga minyak mentah WTI terancam semakin tergelincir karena isu oversuplai mengundang aksi jual. Kecenderungan terhadap minyak tetap bullish karena masalah oversuplai dan ada risiko bahwa kesepakatan OPEC akan bubar sebelum Maret 2018 apabila harga minyak tidak berhasil pulih.

”Dari sudut pandang teknikal, harga minyak WTI menemukan titik nyaman pada rentang yang luas di grafik harian dengan USD48.50 sebagai support dan USD50.30 sebagai resistance. Breakdown di bawah USD48.50 dapat menyebabkan depresiasi lebih lanjut menuju USD47.00. Dalam skenario lainnya, breakout di atas resistance USD50.30 dapat memicu peningkatan menuju USD51.00,” rincinya

Soal komoditas emas, bulls kembali beraksi di hari Selasa dan membuat harga emas melejit mendekati USD1264 karena Dolar kembali meredup pasca optimisme NFP.  Kalender ekonomi cenderung sepi pada pertengahan pertama pekan ini sehingga aksi harga kemungkinan akan menentukan arah perdagangan logam mulia ini. Bulls intraday membidik level USD1270. Perhatian akan tertuju pada data inflasi AS pekan ini yang dapat memberi gambaran tentang laju pengetatan moneter Fed. 

Kekhawatiran tentang inflasi yang rendah agak mengganggu prospek kenaikan suku bunga AS tahun ini dan investor akan sangat mencermati data inflasi untuk melihat apakah inflasi telah meningkat. Inflasi yang di bawah ekspektasi pasar akan membuat USD melemah dan mengganggu ekspektasi kenaikan suku bunga AS sehingga emas berpotensi menguat.

”Dari sudut pandang teknikal, emas kembali bullish setelah harga melampaui USD1260. Penutupan harian di atas USD1260 dapat membuka jalan menuju kenaikan yang lebih besar lagi ke arah USD1270. Pada skenario alternatif, penurunan berulang kali di bawah USD1260 dapat menyebabkan depresiasi lebih lanjut menuju USD1240,” katanya. (wsa)

 

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%