Hobi Pamer Barang Mewah di Medsos, Jangan Lupa Bayar Pajak

Imbauan itu disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani

Kamis, 10 Agustus 2017 | 23:30
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Menteri Keuangan, Sri Mulyani

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengimbau kepada seluruh masyarakat atau wajib pajak untuk memenuhi kewajiban pajaknya kepada negara. 

Terlebih, kalau mereka gemar memamerkan harta melalui Media Sosial. Imbauan ini menyusul kehebohan pamer mobil mewah artis, Raffi Ahmad di Twitter dan disentil Ditjen Pajak.
Mobil sport tersebut berharga lebih dari Rp 50 miliar dan cuma 1 unit di Indonesia.

Jangan sampai, wajib pajak memilki barang bernilai tinggi tapi lupa membayar pajak. Menkeu percaya, barang mewah wajib pajak di medsos merupakan hasil kerja bukan mencuri.

"Penyanyi atau selebritas, waktu dia memamerkan mobil bagus banget. Saya menyampaikan ke aparat pajak, kalau orang sudah percaya diri memamerkan berbagai macam barang sangat mewah, kewajiban pajaknya sudah belum? Karena itu pasti dapat, tidak mungkin merampok, kalau merampok mustahil dipamerin," kata Sri Mulyani, Kamis, (10/8) di sebuah stasiun televisi swasta.

Sri Mulyani mengaku pernah menerima kedatangan Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI). Pertemuan itu merupakan permintaan dari para musisi tersebut.

"Saya kemarin menerima PAPPRI, ada Glenn Fredly, Once, Anang Hermansyah. Mereka minta ketemu saya untuk diskusi mengenai acara musik yang akan mereka buat. Tapi saat meminta ketemu saya, mereka bilang kami sudah bayar pajak lho. Jadi, saya senang orang mengatakan itu ke saya," ucap Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.

Dia menegaskan, pemerintah melalui Ditjen Pajak dan Ditjen Bea Cukai tidak berniat untuk menakut-nakuti wajib pajak. Ditjen Pajak dan Ditjen Bea Cukai hanya menjalankan amanat undang-undang (UU) untuk mengumpulkan penerimaan perpajakan.

Melalui pajak, Sri Mulyani mengingatkan, untuk kelangsungan ekonomi di Indonesia. "Setiap melihat saya, (masyarakat) diingatkan untuk membayar pajak. Tapi saya tidak menakut-nakuti. Uang Rp 1.400 triliun lebih dari pajak dan bea cukai, kita kembalikan lagi untuk negara ini."

"Dipakai bikin jalan, bayar gaji, subsidi, membelikan beras untuk masyarakat miskin supaya ekonomi bergerak, meningkatkan pendapatan rakyat, dan nantinya bisa bayar pajak lagi. Jadi bukan minta pajak, lalu uang itu saya dudukin di kantor saya," terang Sri Mulyani.

Editor : Redjo Prahananda
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
100%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%