Bank Riau Kepri Dua Kali, Bank DKI Belum Sama Sekali

Jumat, 11 Agustus 2017 | 22:15
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share

INDOPOS.CO.ID - Untuk urusan kepedulian sosial, PT Bank Riau-Kepri patut diacungi dua jempol tinggi-tinggi. Betapa tidak, bank ini rela merogoh kocek dalam-dalam untuk mendaftarkan sekaligus membiayai iuran kepesertaan program jaminan sosial ketenagakerjaan kepada 20 ribu guru honorer melalui program Gerakan Nasional Peduli Perlindungan Pekerja Rentan (GN Lingkaran).

Ironisnya,  kondisi trtsebut berbanding 180 derajat dengan sesama Bank Pembangunan Daerah (BPD) di wilayah Ibu Kota Negara RI. Bank DKI sejauh ini dinilai "cuek bebek" dengan program GN Lingkaran rintisan  BPJS Ketenagakerjaan. Padahal pemiliknya,yakni Pemprov DKI menginginkan percepatan pencapaian universal coverage untuk jaminan sosial bagi seluruh warganya.

Apalagi jumlah pekerja rentan di wilayah DKI tak kalah berjibun. Sedangkan PT Bank Riau-Kepri memberi donasi kepada pekerja rentan dengan setulus hati melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR).  Donasi tersebut untuk men-cover iuran BPJS Ketenagakerjaan guru honorer dan guru bantu selama 6 bulan ke depan yaitu mulai Agustus 2017 hingga Januari 2018

Sejauh  ini  Bank Riau Kepri masih memegang rekor paling unggul untuk pemberi bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan periode terlama dari dana CSR pada program GN Lingkaran. Sedangkan perusahaan yang lain  rata-rata meberi dana bantuan stimulasi iuran program jaminan sosial tersebut antara 1-3 bulan. Mereka yang dibantu ini terdiri dari guru bantu, karyawan tata usaha, dan guru komite

Penyerahan simbolis bantuan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada 20.000 guru honorer tersebut bertempat di Ballroom Dang Merdu Kantor Pusat Bank Riau-Kepri, Pekanbaru, (11/8) malam. Penyerahan simbolis langsung oleh Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman kepada perwakilan guru bantu se wilayah Riau-Kepri.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, mengatakan penyerahan donasi ini sudah kali kedua dilakukan oleh Bank Riau Kepri.  Tahun 2016 bantuan yang sama CSR untk 5.000 tenaga kerja rentan. Yaitu 3.000 di Prov Riau, dan 2.000 di Prov Kepri.

Dikatakan, kategori pekerja rentan yaitu para pekerja yang bekerja sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan hidup hari itu saja."Ini sungguh berkah. Berkat doa dari para penerima donasi GN Lingkaran tahun lalu, di tahun ini bisnis Bank Riau Kepri tumbuh luar biasa pesat sampai empat kali lipat," ungkap Agus.

Berdasarkan pernyataan Direktur Utama Bank Riau Kepri,  Irvandi Gustari,  di tengah-tengah situasi ekonomi global yang melemah Bank Riau Kepri tahun ini mampu meraup keuntungan Rp 308 miliar hingga Juli 2017. Agus yakin, baik Bank Riau Kepri maupun Gubernur Riau akan meraih sukses lebih besar lagi seiring didoakan lebih banyak pekerja rentan yang diberikan bantuan.

Dikatakan, melalui program GN Lingkaran, siapa saja bisa menjadi donatur program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Baik itu perusahaan, instansi, maupun donatur perorangan. Sebab pekerja golongan ini rentan terhadap kemunduran ekonomi jika mengalami risiko. Seperti jika kecelakaan saat bekerja ataupun meninggal dunia.

Donasi kepesertaan yang diberikan meliputi dua program, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm). Dalam acara yang menghadirkan ratusan perwakilan guru bantu itu, juga dilangsungkan penyerahan santunan JKK bernilai ratusan juta rupiah. Santunan simbolis diterima oleh ahli waris almarhum karyawan perusahaan kelapa sawit yang meninggal karena kecelakaan kerja.

Santunan yang nilainya membuat decak kagum para guru bantu itu sekaligus menjadi bukti nyata kehadiran program BPJS Ketenagakerjaan. Agus menyebut, program jaminan sosial boleh dimiliki oleh seluruh masyarakat pekerja tanpa memandang kelas dan jabatan. Baik itu pekerja formal, informal,pekerja asing di Indonesia, hingga TKI.

"Masalahnya iuran peserta jaminan sosial dari kalangan pekerja rentan ini siapa. Untuk itulah perlu uluran tangan dari kalangan yang mampu untuk membantu pekerja rentan ini" cetus Agus.

Dengan adanya perlindungan ini, pekerja rentan dapat bekerja dengan tenang untuk meningkatkan taraf hidup mereka dan mencapai kesejahteraan. Harapannya agar ke depan, mereka dapat melanjutkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan mereka secara mandiri.

Dikatakan, BPJS Ketenagakerjaan mengembangkan sistem yang memfasilitasi proses donasi tersebut secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran."Dengan cara ini, kami bersama perusahaan yang ikut serta akan membantu mengurangi kerentanan sosial terhadap pekerja di Indonesia, sekaligus menjadikan mereka para pekerja yang mandiri dan tangguh," tegas Agus.

Menurutnya, pihaknya mengapresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif mulia PT Bank Riau Kepri dalam mendonasikan CSR-nya untuk iuran pekerja rentan. Agus  berharap perusahaan lainnya dapat mengikuti jejak PT Bank Riau Kepri. Yakni,  memfasilitasi pekerja Indonesia untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan melalui dana CSR. "Agar kesejahteraan hidup para pekerja bisa meningkat," kata Agus.

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil)  Sumbarriau, Budiono, mengakui Bank Riau Kepri sangat membantu dalam perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan untuk kalangan pekerja rentan. Bahkan jumlah bantuan dari dana CSR untuk GN Lingkaran untuk yang kedua ini ditingkatkan sekaligus 4 kali lipat. Mantan Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Salemba itu bahkan mengakui jiwa sosial dari Bank Riau Kepri itu melalui kepemimpinan Direktur Utama,  Irvandi Gustar, dan dorongan dari Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman tak sebanding dengan Bank DKI yang belum menyentuh program GN Lingkaran sama sekali.

"Kalau  urusan donasi kepada yang membutuhkan bukan diukur dari banyak atau sedikitnya keuntungan yang diperoleh perusahaan. Tapi ini murni soal kepedulian," sindir Budiono. Provinsi Riau terdapat 825.017 peserta aktif yang terbagi atas 778.468 pekerja sektor PU dan 46.549 pekerja sektor BPU.

Sementara wilayah Provinsi Riau juga memiliki potensi pekerja BPU yang cukup banyak, seperti pada sektor pertanian, perikanan dan perburuhan serta jasa kemasyarakatan.

"Dengan kondisi ini diharapkan perusahaan lain yang ada di daerah operasional Kantor Wilayah sumbarriau, yakni Provinsi Sumatera barat, provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau bisa mengikuti langkah PT Bank Riau Kepri untuk menyalurkan dana CSR mereka untuk perlindungan pekerja rentan," ujar Budiono.

Kantor Wilayah Sumbarriau mencatat perusahaan aktif yang terdaftar pada Bulan Juli 2017 mencapai 26.570 perusahaan dengan dominasi pekerja sektor PU pada kepesertaan aktif.

Sebanyak 70 persen dari perusahaan tersebut merupakan perusahaan kecil dan menengah yang memiliki pekerja di bawah 50 orang. Diharapkan melalui kerja sama CSR bersama mitra kerja BPJS Ketenagakerjaan ini nantinya perlindungan yang diberikan akan menjangkau seluruh lapisan masyarakat pekerja, khususnya pekerja rentan, agar perlindungan menyeluruh dapat tercapai.(dni)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%