Menunggu Kejutan dari BI Selasa Ini

Selasa, 22 Agustus 2017 | 11:36
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID-Research Analyst FXTM Lukman Otunuga mengatakan, nuansa waspada kental terasa di pasar finansial pada hari Senin. Risiko geopolitik terus membebani sentimen. Saham Asia bervariasi pada awal perdagangan dan Indeks Harga Saham Gabungan merosot 0.56 persen dan ditutup di 5861.004.

Peristiwa berisiko utama untuk Rupiah di hari Selasa ini adalah keputusan suku bunga Indonesia yang diperkirakan tidak akan berubah di level 4.75 persen di bulan Agustus walaupun rendahnya konsumsi swasta memengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Meskipun investor memperkirakan bahwa suku bunga tidak berubah, Bank Indonesia tetap dapat memberi kejutan kepada pasar terutama meninjau bahwa Gubernur BI Agus Martowardojo terdengar semakin dovish dalam beberapa pekan terakhir. Pemangkasan suku bunga di luar dugaan dapat memberi gelombang kejutan di pasar Indonesia, sehingga BI mungkin akan mempertahankan suku bunga demi menjaga stabilitas Rupiah.

”Dari sudut pandang teknikal, Rupiah menguat terhadap Dolar pada hari Senin mendekati 13340. Apabila Dolar tetap lemah, maka penjual akan termotivasi untuk mengantarkan harga ke bawah 13340 dengan level target berikutnya yaitu 13310,” kata Lukman Otunuga.

Tentang pasar emas, Lukman melihat emas sangat menguat pekan lalu. Harga komoditas ini melesat menuju USD1300 karena risiko geopolitik memperbesar minat pasar untuk mencari aman. Emas juga semakin terangkat karena ketidakpastian seputar Presiden Donald Trump. Ekspektasi kenaikan suku bunga Fed semakin menipis karena rendahnya inflasi dan risiko politik di Washington mengganggu sentimen, sehingga emas kemungkinan akan semakin berkibar.

”Dari sudut pandang teknikal, emas bullish pada grafik harian karena secara konsisten level tertinggi yang lebih tinggi dan level terendah yang lebih tinggi. Breakout di atas USD1283 dapat membuka jalan menuju USD1300,” katanya.

Sedangkan spekulasi EURGBP, menurut Lukman, sedang bergerak menuju paritas dalam jangka panjang semakin menguat dan ini masuk akal mengingat pasangan mata uang ini telah meningkat lebih dari 800 pips dari level support 0.8300. Fundamental makroekonomi Eropa terus membaik dan mendukung Euro, sementara ketidakpastian Brexit menekan Pound. Ekspektasi pengurangan program pelonggaran kuantitatif (QE) ECB memicu sentimen bullish terhadap EURGBP sehingga pasangan mata uang ini berpotensi semakin terapresiasi.

Dari sudut pandang teknikal, Lukman menilai EURGBP sangat bullish pada grafik harian karena secara konsisten level tertinggi yang lebih tinggi dan level terendah yang lebih tinggi. Bulls tetap memegang kendali di atas 0.9000 level terendah yang lebih tinggi, dan breakout di atas 0.9150 mendorong peningkatan lebih lanjut menuju 0.9300. Penutupan bulanan di atas 0.9300 dapat membuka jalan menuju 0.9600.

Menurutnya, minyak mentah WTI menguat di hari Jumat dan menarik perhatian intraday bulls dengan adanya sinyal bahwa pasar minyak mentah perlahan semakin ketat. Terlepas dari kenaikan jangka pendek ini, minyak mentah WTI tetap tertekan pada grafik harian dan berpotensi mengalami tren menurun karena masalah oversuplai masih terus mengganggu ketertarikan investor.

”Potensi terhentinya kesepakatan pemangkasan produksi OPEC apabila harga minyak gagal menguat dapat membebani sentimen investor dan semakin menekan komoditas ini. Dari sudut pandang teknikal, minyak mentah WTI harus kembali mencapai di bawah USD48 untuk mendorong penurunan lebih lanjut menuju USD46.50,” katanya. (wsa)

 

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%