Timah Jajakan Obligasi 1,5 Triliun

Kamis, 24 Agustus 2017 | 20:10
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID-Manajemen PT Timah (TINS) bakal menerbitkan obligasi dan sukuk ijarah berskema penawaran umum berkelanjutan (PUB) tahap I sejumlah Rp 1,5 triliun. Surat utang diterbitkan Rp 1,2 triliun dari total Rp 2,1 triliun. Dan, sukuk ijarah Rp 300 miliar dari total Rp 700 miliar.

Surat utang itu terdiri dari seri A berjangka 3 tahun dengan kupon 8,5-9 persen, dan obligasi seri B bertenor 5 tahun berkupon 8,75-9,25 persen. Sukuk ijarah seri A berdurasi 3 tahun berkupon 8,5-9 persen, dan sukuk ijarah seri B berjangka 5 tahun dengan kupon 8,75-9,25 persen. 

”Obligasi dan sukuk ijarah telah mengantongi pemeringkat idA+ (Single A Plus) dan idA+(sy) (SingleA Plus) dari Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo),” tutur Direktur Utama Timah, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani.

Nanti, lanjut Mochtar, 30 persen hasil obligasi untuk pelunasan sebagian utang jangka pendek dari fasilitas kredit modal kerja. Sedang, 70 persen untuk belanja modal terdiri dari rekondisi peralatan produksi dan peningkatan kapasitas produksi meliputi pengadaan Kapal Isap Produksi (KIP), pengadaan kapal penambangan laut teknologi tepat guna, pengadaan peralatan ausmelt dan fuming, kegiatan eksplorasi dan sebagian pembukaan tambang besar.

Sementara itu, dana hasil emisi sukuk ijarah setelah dikurangi biaya emisi seluruhnya akan dipakai perseroan untuk rekondisi peralatan produksi.”Menyusul aksi itu, kami optimistis dapat meningkatkan kinerja perusahaan lebih baik dengan melihat potensi bisnis ke depan,”  tambah Direktur Keuangan PT Timah, Emil Ermindra. 

Dalam aksi korporasi itu, perusahaan menggandeng Bahana Sekuritas, BNI Sekuritas, DBS Vickers Sekuritas Indonesia, Danareksa Sekuritas dan Mandiri Sekuritas (Mansek) bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi. Sedang bertindak sebagai wali amanat Bank Negara Indonesia (BBNI).

Masa penawaran awal (book building) obligasi dan sukuk ijarah dilakukan pada 24 Agustus sampai 6 September 2017. Sedang masa penawaran umum dilaksanakan pada 20, 22, dan 25 September 2017. Lalu, untuk pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan pada 2 Oktober 2017. (far)

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%