Indeks Harga Saham Gabungan Menguat

Kamis, 24 Agustus 2017 | 21:17
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID-Indeks Harga Saham Gabungan menguat pada hari Rabu setelah investor mencerna keputusan mengejutkan dari Bank Indonesia untuk memangkas suku bunga acuan di bulan Agustus. Pemangkasan suku bunga ini menyiratkan bahwa BI nyaman dengan keadaan Rupiah dan optimis terhadap inflasi, sehingga prospek umum terlihat cukup cerah.

Kemungkinan bahwa pemangkasan suku bunga ini dapat mendorong belanja konsumen dan meningkatkan sentimen secara umum dapat mengangkat Indeks Harga Saham Gabungan Indonesia ke depannya.

”Terkait prospek forex, Rupiah melemah terhadap Dolar di hari Rabu dan harga bergerak mendekati 13360. Breakout di atas 13360 dapat membuka peningkatan lebih lanjut menuju 13375,” terang Research Analyst FXTM Lukman Otunuga.

Menurutnya, pasar finansial tidak menanggapi pidato Mario Draghi di Jerman pada Rabu dengan cukup bersemangat. Investor yang mengharapkan gebrakan terpaksa gigit jari setelah Gubernur ECB ini menjauhi pernyataan yang sensitif.

Draghi membela program QE dan mengatakan bahwa kebijakan moneter non-konvensional telah sukses, namun pasar tidak mendapat cukup detail tentang strategi keluar ECB dari program pelonggaran kuantitatif. Walaupun bulls Euro akhirnya mendapat dukungan dari laporan PMI Zona Euro yang menggembirakan, ancaman bahwa pernyataan verbal Draghi dapat mengintervensi dan memperlemah Euro di Jackson Hole berpotensi membatasi apresiasi mata uang ini.

”Notulen rapat ECB bulan Juli telah menunjukkan kekhawatiran bahwa Euro yang menguat dapat menjegal upaya ECB untuk mencapai target inflasi 2 persen, sehingga pidato Draghi hari Jumat ini akan sangat diperhatikan,” papar Lukman.

Dari sudut pandang teknikal, EURUSD tetap bullish pada grafik harian karena secara konsisten level tertinggi yang lebih tinggi dan level terendah yang lebih tinggi. Harga tegas berada di atas 50 SMA, sementara MACD mengarah ke atas. 

Breakout dan penutupan harian di atas 1.1830 dapat membuka jalan untuk peningkatan lebih lanjut menuju 1.1900. Pada skenario alternatif, penurunan di bawah 1.1700 dapat membuka jalan untuk depresiasi lebih lanjut ke 1.1660 kemudian 1.1600.

Simposium Jackson Hole Jadi Penentu Utama

Menurut Lukman Otunuga, nuansa antisipasi terasa di seantero pasar finansial menjelang Simposium Jackson Hole pekan ini yang dapat menjadi kesempatan bagi bank sentral untuk memberi sinyal perubahan kebijakan. Para pejabat penting sektor keuangan seperti Mario Draghi dan Janet Yellen akan menjadi sorotan utama.

”Pasar akan sangat memperhatikan pidato mereka untuk mencari wawasan baru mengenai prospek kebijakan moneter dan suku bunga,” katanya.

Walaupun ada berita bahwa Draghi tidak akan mengeluarkan pesan baru seputar kebijakan di konferensi ini, namun bukan berarti tidak ada kemungkinan intervensi verbal yang memperlemah Euro. Ketua Dewan Gubernur Fed Janet Yellen akan berbicara tentang stabilitas finansial dan investor akan menyelami pidato ini untuk mencari petunjuk tentang kapan Fed berencana merampingkan neraca dan meningkatkan suku bunga.

”Jika Draghi atau Yellen mengejutkan investor dengan pesan baru seputar kebijakan, pasar finansial dapat mengalami level volatilitas yang tinggi dan menghentikan kesunyian musim panas saat ini,” katanya. (wsa)

 

 

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%