Minimarket Transformasi, Solusi Pengembangan Ritel Tradisional

Pertahankan Toko Kelontong Era Moderen

Selasa, 12 September 2017 | 14:57
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Menjamurnya mini market membuat warung rumahan kian sepi pelanggan. Padahal, bisnis ritel memiliki potensi yang luar biasa besar di Indonesia. Hal itu ditandai dengan semakin banyaknya minimarket moderen yang terus bermunculan.

Pakar ritel moderen Josep Setiawan Edy mengatakan, warung atau toko kelontong yang ada di tengah masyarakat saat ini sudah tidak bisa berkembang lagi. Bahkan, kata dia, beberapa diantaranya berada di ambang penutupan toko hingga kebangkrutan. ''Hal itu dikarenakan toko kelontong dan warung tidak mengalami perkembangan, baik dalam hal informasi maupun teknologi. Alhasil, mereka tidak mempunyai akses terhadap informasi produk terbaru, dan kisaran harga termurah,'' ujar Josep belum lama ini.

Menurut Josep, salah satu cara untuk mempertahankan dan mengembangkan toko kelontong dan warung adalah dengan melakukan transformasi dengan konsep minimarket moderen. ''Minimarket merupakan toko outlet moderen yang memiliki luasan toko dibawah 200 meter persegi, ditambah lagi dengan menggunakan sistem sehingga memudahakan segala transaksi,'' tandasnya.

Konsep kemitraan, katanya, menjadi solusi untuk pemilik warung tradisional yang ingin mengubah warung miliknya menjadi minimarket moderen tanpa biaya royalti. ''Konsep kemitraan ini berbeda dengan sistem franchise yang kerap menyusahkan dan menurunkan minat pemilik toko kelontong dan warung moderen, untuk melakukan transformasi,'' tukasnya.

Menurut Josep ada sejumlah hal yang harus diperhatikan untuk sukses mengelola minimarket, yaitu menentukan lokasi. Untuk lokasi haruslah ideal yaitu memenuhi kondisi-kondisi, setidaknya kepadatan penduduk, kelas ekonomi, disesuaikan dengan produk-produk yang dijual, akses ke toko (nampak jelas dan mudah dijangkau). ''Jika lokasi tidak sesuai maka pertimbangkan untuk pindah lokasi. Jika kurang sesuai maka perkuat titik lokasi toko dengan aktivitas komunikasi (petunjuk lokasi di jalan strategis, gunakan leaflet dan secara konsisten,'' tuturnya.

Josep mengatakan perhatikan juga luas toko. Hal ini akan menentukan banyaknya item produk yang dapat ditawarkan. Perhatikam skala ekonomi, baik karena potensi pasar di sekitar, maupun karena kondisi-kondisi khusus. Juga standar dan kebutuhan minimum atas format toko.

Lalu, perhatikan juga nilainya. Dalam segi nilai ada istilah kualitas versus harga. Harga selalu (seharusnya) menunjukkan kualitas produk. Kualitas produk berbanding lurus dengan harga perolehan. ''Tentukan pula segmentasi, pastikan pengenalan atas sosial ekonomi masyarakat yang akan dilayani, pilihan produk berkaitan dengan harga beli-harga jual dan secara langsung mempengaruhi kualitas,'' tukasnya.

Kemudian, manusianya juga harus mau dan mampu. Mau berarti dia ada keinginan maju dalam usaha, percaya dan tahan waktu dilanjutkan belajar dan belajar. Sedangkan mampu, manusia harus memiliki pengetahuan dasar bisnis, mengikuti perkembangan bisnis modern dam bersedia berubah dari waktu untuk kepentingan konsumen.

Pernyataan atau Business Statement. Untuk poin ini tentukan tujuan dan berikan janji. Setiap usaha moderen yang melayani masyarakat, baik produk maupun jasa, harus menyatakan tujuan produk dan jasa tersebut diproduksi dan diberikan misalnya 'membuat lebih cantik & bersih', "mudah dan hemat" (Indomaret), "belanja puas, harga pas" (Alfamart).

Menurutnya janji harus dinyatakan jelas, membentuk ekspektasi dan janji yang dapat ditagih. Selain itu adakan aktivitas promosi. Ini bagian penting sebagai alat memenuhi janji jasa, harga dan kelebihan pelayanan.

Untuk produk harus ada seleksi dan pilihan. Pemenuhan atas kebutuhan, keinginan dan harapan konsumen. Mengikuti kecenderungan (tren) pengembangan produk dan pengaruhnya terhadap keinginan konsumen dibagi dalam tiga tingkatan harus ada (must have), seharusnya ada (good to have) dan disini ada (great to have).

Selain itu perhatikan pula pengadaan. Dengan mengenal sumber atau tempat pengadaan, kalkulasi ekonomi dan kontinuitas. Produk juga akan menentukan harga beli versus harga jual. Yosep mengatakan, rasa takut adalah masalah terbesar yang sering menghinggapi pemula untuk memulai usaha. Kebanyakan dari para pemula takut memulai karena merasa tidak memiliki pengalaman di bidang yang ingin dijalankan. Padahal, keahlian dan pengalaman akan terbentuk dengan sendirinya jika pemula sudah berani memulai. ''Namun tentunya seorang pemula wajib memiliki tekad dan keyakinan yang kuat bahwa bisnis itu dapat dipelajari dan mereka harus berani memutuskan untuk memulainya,'' pungkasnya. (dew)

Tips Sukses Kelola Minimarket

1. Perhatikan lokasi.

  • Terkait kepadatan penduduk.
  • Kelas ekonomi, disesuaikan dengan produk-produk yang dijual.
  • Akses ke toko (tampak jelas dan mudah dijangkau).

2. Perhatikan toko eksisting.

  • Pertimbangkan kesesuaian dengan toko Anda misalnya produk yang dijual sama atau tidak, sudah banyak dijual barang serupa atau tidak.
  • Jika sudah dilakukan survey, pertimbangkan mau pindah lokasi atau tetap.
  • Jika tidak memungkinkan pindah lokasi, solusinya perjelas titik lokasi toko dengan komunikasi yang maksimal misalnya membagikan brosur.

3. Perhatikan luas toko

  • Menentukan banyaknya item produk yang dapat ditawarkan.
  • Standar dan kebutuhan minimum atas format toko.

4. Perhatikan kualitas barang dan harga.

5. Perhatikan target pasar.

6. Perhatikan SDM yang Anda miliki.

7. Memiliki kemampuan berwirausaha dan berkomitmen keras.

8. Membuat TAGLINE khusus buat toko Anda seperti "belanja puas, harga pas" (milik Alfamart)

9. Promosi

10. Pengadaan barang atau logistik.

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%