Kioson Cari Modal dengan Go Public

Rabu, 13 September 2017 | 12:01
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
MANUVER: Kioson menyediakan belanja online, namun membayarnya bisa offline, yaitu dari para mitra pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

INDOPOS.CO.ID - KIOSON Komersial Indonesia berencana mencari pendanaan melalui pasar modal melalui mekanisme Initial Public Offering (IPO). Startup e-commerce online to offline (O2O) itu bakal melepas 150 juta lembar saham baru atau 23,07 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Dibanderol Rp 280-300 per saham, perusahaan bakal meraup dana IPO senilai Rp 42-45 miliar.

Dana hasil aksi korporasi itu 24 persen untuk modal kerja dan 75,76 persen untuk mengakuisisi PT Narindo. Akuisisi dilakukan seiring misi perusahaan menjadi jembatan antara underserved market dengan teknologi digital. Perusahaan menilai pasar belum terlayani dunia digital. Selama ini, ada tiga penghambat, yaitu pembayaran, logistik, dan kepercayaan terhadap e-commerce. Kioson sebagai platform 020 menghadirkan solusi atas hambatan tersebut, sehingga sesuai tagline perusahaan Semua Bisa 0nline.

Di samping itu, Kioson juga akan menerbitkan 150 juta Waran Seri I atau 30 persen dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh untuk diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham. ”Aksi ini akan memperkuat struktur dan menambah portofolio. Nantinya, akan berkontribusi positif pada kinerja keuangan,” tutur tutur Direktur Utama Kioson, Jasin Halim.

Jasin menyebut berdasar performa, sejatinya kebutuhan masyarakat masih sangat besar dan belum sepenuhnya terpenuhi. Nah, dengan pengalaman puluhan tahun di industri retail, perusahaan optimistis aksi korporasi tersebut bakal menjadi pilihan investasi para investor.

Pada aksi korporasi itu, Kioson mendaulat PT Sinarmas Sekuritas sebagai penjamin pelaksana efek. Kioson telah memiliki lebih dari 15 ribu mitra kios tersebar pada 384 kota di Indonesia, mayoritas berada di kota lapis kedua. Perseroan mematok peningkatan mitra kios mencapai 100 persen pada akhir 2017.

Beragam produk dan layanan tersedia di aplikasi Kioson fokus pada tiga kategori, yakni layanan digital dan Payment Point Online Bank (PPOB), layanan Keuangan, serta layanan ecommerce. Kioson juga bermitra dengan perusahaan terkemuka antara lain perusahaan gadget; perbankan, asuransi, dan e-commerce.

Sebagai perusahaan e-commerce berbasis digital, perseroan berkomitmen meningkatkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Di mana, dalam bisnis itu, Kioson akan menjadikan UMKM sebagai mitra usaha. ”Potensi itu masih sangat besar,” tukas Jasin.

Berdiri sejak 2015, perusahaan mengusung tagline Semua Bisa Online. Dengan slogan itu, perusahaan akan menggandeng seluruh pihak. Baik itu supplier, retailer dan pelanggan untuk melakukan transaksi secara online.

Produk-produk dijajakan Kioson terdiri dari 2 kategori yaitu e-commerce, misalnya fashion, peralatan kantor, alat kesehatan & kecantikan, elektronik & gadget, serta non e-commerce (digital), misalnya pulsa, token listrik, pembayaran tagihan telepon, tagihan PAM, dan lain-lain.

Kioson juga diharap bisa menjembatani seluruh transaksi digital. Masyarakat juga bisa bergabung dengan Kioson. Caranya pun sederhana dan mudah. Para calon pelaku usaha cukup mendownload aplikasi Kioson di Playstore di www.kioson.com atau menghubungi ke tim Kanvaser Kioson.

Berdasar data perusahaan, tim kanvaser Kioson sudah tersebar di seluruh Indonesia. Nanti Kioson akan menawarkan dua paket kepada calon pelaku usaha bergabung Kioson, yaitu paket Gold dan paket Kioson Go.

Paket Gold cocok bagi calon pelaku usaha belum mempunyai tablet berbasis Android. Nanti, calon pelaku usaha tinggal membeli tablet Android Kioson seharga Rp 900 ribu dan minimal top up saldo Rp 150 ribu. Kalau ingin mengikuti paket Gold, hanya butuh menghubungi tim canvasser berdomisili di daerah masing-masing. (far)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%