Begini Cara Dapat Diskon di V Hotel

Rabu, 13 September 2017 | 01:10
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share

INDOPOS.CO.ID - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Jakarta Menara Jamsostek menggandeng V Hotel untuk kerja sama co-marketing (collaborate marketing). Alhasil, V Hotel sepakat memberikan potongan harga atau diskon sebesar 35 persen kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan. 

Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan oleh Kepala Kantor Cabang (Kakacab) BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Menara Jamsostek, Agoes Masrawi dengan Operational Manager V Hotel Jakarta, Denny Suryana, di V Hotel, Jakarta, (13/9). Perjanjian kerja sama tersebut berlaku untuk jangka waktu satu tahun dan bisa diperpanjang.

”Dengan co-marketing ini berarti peserta BPJS Ketenagakerjaan bisa mendapatkan diskon 35 persen jika mau menginap di V Hotel Jakarta. Caranya cukup dengan menunjukkan kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan dan KTP kepada resepsionis,” ungkap Agoes Masrawi di sela-sela acara penandatanganan kerja sama. 

Dikatakan, co-marketing adalah salah satu manfaat layanan tambahan (MLT) BPJS Ketenagakerjaan yang bersifat kekinian. MLT tersebut tidak mengurangi sedikitpun dari keempat manfaat pokok program BPJS Ketenagakerjaan. Keempatnya adalah, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP). 

Sementara bagi pihak yang bekerjasama, berpotensi bisnisnya meningkat pesat. Karena pihak BPJS Ketenagakerjaan membantu mempromosikan produk mitra co-marketingnya kepada puluhan juta peserta se-Indonesia. ”Daftar mitra co-marketing selalu dicantumkan secara online di website resmi BPJS Ketenagakerjaan yang bisa diakses oleh seluruh peserta,” ungkap Agoes Masrawi. 

Selain membahas co-marketing, Agoes Masrawi juga meminta pihak V Hotel untuk turut menyosialisasikan manfaat program utama BPJS Ketenagakerjaan kepada mitra kerja maupun orang terdekat. Sebab BPJS Ketenagakerjaan adalah program Negara yang manfaatnya sangatlah besar dengan iuran yang relatif sangat kecil.  

”Bayangkan saja, untuk kategori kepesertaan BPU (bukan penerima upah) ada yang iurannya hanya Rp 16.800 perbulan untuk dua program JKK dan JKM. Dengan iuran semurah itu, peserta yang mengalami kecelakaan kerja di-cover unlimited,” paparnya. 

Kalau perusahaan yang menanggung sendiri biaya tersebut bisa terancam bangkrut. Agoes Masrawi menyebut, kasus kecelakaan kerja masih relatif tinggi. Untuk kepesertaan Kantor Cabang Jakarta Menara Jamsostek saja sudah ada 207 kasus JKK sejak Januari-Agustus 2017. Berarti rata-rata perbulan ada 26 kasus JKK.
 
”Itu baru peserta kami saja, belum lagi se-DKI atau se-Indonesia. Nah itu yang sudah jelas dicover kita. Sekarang pertanyaannya, bagaimana nasib pekerja yang tidak docover jaminan sosial yang jumlahnya lebih banyak,” cetus Agoes Masrawi.  

Dalam periode tersebut pihaknya membayarkan klaim biaya RS untuk JKK sekitar Rp 7,9 miliar. Untuk itulah Agoes Masrawi mengingatkan betapa pentingnya setiap perusahaan melatih dan menerapkan manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Tujuannya untuk menekan angka kasus kecelakaan kerja. 

Sedangkan kasus peserta meninggal bukan kecelakaan kerja, 154 orang, atau perbulan 20 peserta Cabang Jakarta Menara Jamsostek yang meninggal. Pihaknya membayarkan klaim JKM mencapai Rp 4,3 miliar kepada ahli waris.
 
Untuk program dana JP dalam kurun 8 bulan dibayarkan kepada 846 orang, senilai Rp 875 juta dan terus bergerak. Manfaat JP ini kebanyakan diterima oleh ahli waris peserta yang meninggal. ”Nah yang besar ini untuk pembayaran JHT, yaitu untuk 13.336 orang senilai Rp 392,8 miliar. Orang kadang terkaget-kaget karena tidak sadar saldo JHT-nya besar sekali,” ungkap Agoes Masrawi. 

Sementara itu di lain pihak, Operational Manager V Hotel Jakarta, Denny Suryana, mengaku dengan co-marketing tersebut pihaknya memberikan potongan harga spesial khusus kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan. Padahal selama ini pihaknya tidak pernah memberikan harga diskon kepada pelanggan dari dalam maupun luar negeri. 

”Kita hotel budget bintang 2, dengan rata-rata tingkat hunian di V Hotel mencapai 81 persen, salah satunya karena kami berada di prime location dekat Patung Pancoran,” ungkpanya. Denny yakin, setelah bekerja sama dengan BPJS Ketengakerjaan bisnis V Hotel meningkat lebih optimal lagi.
 
”Selain kami dibantu dipromosikan, dari kami sendiri akan aktif menanyakan tamu di resepsionis apakah peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kalau peserta, kami berikan diskon,” ujarnya. Denny berjanji akan merekomendasikan kerja sama co-marketing dengan grup hotel V Hotel. ”Kami ada 5 properti rata-rata berada di Bandung,” ujarnya. (dni)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%