Kimia Farma Finalisasi Akuisisi Farmasi Arab Saudi

Kamis, 14 September 2017 | 07:22
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share

INDOPOS.CO.ID-Rencana Kimia Farma (KAEF) mencaplok Dwaa Medical Limited bakal segera rampung. Kalau tak ada aral melintang, paling banter bulan ini rencana tersebut menemui titik terang. Apalagi, aksi korporasi itu telah mengantongi restu Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai induk emiten farmasi pelat merah itu.

Kalau skenario itu tidak meleset, transaksi tersebut sudah closing deal Oktober. Karena itu, perusahaan berharap, bulan ini, seluruh proses rencana tersebut berjalan lancar. ”Kami berharap proses itu tidak mengalami kendala berarti,” beber Direktur Utama KAEF, Honesti Basyir, Rabu (13/9).

Sesuai rencana, perusahaan bakal masuk sebagai pemegang saham mayoritas yaitu mengantongi 60 persen. Dengan begitu, manajemen bakal bertindak sebagai pengendali pada perusahaan farmasi asal Arab Saudi tersebut. ”Ya, setelah transaksi rampung, kami menguasi 60 persen saham Dwaa Medical Ltd,” imbuh Honesti.

Honesti menyebut, nilai akuisisi itu tidak kurang dari Rp 100 miliar. Sumber dana transaksi, tidak menjadi isu penting. Itu karena perusahaan masih memiliki sejumlah opsi sumber pendanaan baru. Maklum, perusahaan baru merilis medium term notes (MTN) sejumlah Rp 400 miliar bertenor 3 tahun. Kupon MTN itu dibanderol 8,10 persen per tahun.

Penerbitan MTN itu merupakan bagian dari rencana perusahaan untuk menerbitkan MTN dengan plafon maksimal Rp 1 triliun. Nah, sisa sebesar Rp 600 miliar akan dijajakan pada kuartal pertama tahun depan. Perusahaan punya alasan cukup menjajal bisnis di Timur Tengah (Timteng). Jamaah haji dan umroh asal Indonesia di Arab sangat besar. Belum lagi para WNI menjadi tenaga kerja di sana.

Tidak hanya dari Indonesia, jamaah haji juga berasal dari negara lain, macam Malaysia, Filipina, Singapura dan negara-negara dengan berpenduduk muslim. Dengan profil semacam itu, bendera perusahaan bakal semakin berkibar dan dikenal di luar negeri. Pendeknya, ekspansi itu merupakan batu loncatan menggarap pangsa pasar lebih besar. (far)

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%