Rupiah Melemah, Prospek Ekonomi Masih Menjanjikan

Jumat, 15 September 2017 | 22:57
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
MASIH MENJANJIKAN: Pekerja PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (NKE) tengah menyelesaikan pembangunan gedung World Capital Tower (WCT) milik Pollux Properties Group di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (13/9). Foto: ismail pohan/indopos

INDOPOS.CO.ID-Rupiah sedikit melemah terhadap Dolar pada perdagangan hari Kamis. USDIDR bergerak di kisaran 13249 pada saat laporan ini dituliskan. Pasar masih mencerna rilis laporan ekonomi awal pekan ini yang menunjukkan bahwa penjualan ritel Indonesia turun 3.3 persen di bulan Juli. Walau sentimen mungkin terpengaruh oleh data yang kurang menggembirakan ini, namun prospek ekonomi Indonesia secara umum tetap menjanjikan.

”Saya kira,mendekati kuartal trading terakhir di tahun 2017, investor akan memperhatikan data fundamental untuk mempelajari keadaan perekonomian Indonesia dan apakah target pertumbuhan PDB 5.2 persen dapat tercapai di tahun 2017,” kata Research Analyst FXTM Lukman Otunuga.

Menurutnya, investor yang mengharapkan peningkatan inflasi di Inggris Raya dapat mengubah sebagian doves di BoE terpaksa kecewa di hari Kamis setelah hasil pemungutan suara Komite Kebijakan Moneter (MPC) adalah 7-2 yaitu mayoritas memilih untuk tidak mengubah suku bunga.

Kekecewaan awal memberi reaksi penurunan pada GBPUSD sebelum kemudian memantul setelah pasar mencerna pernyataan kebijakan moneter yang hawkish. BoE mengatakan bahwa stimulus mungkin akan dikurangi dalam ’beberapa bulan mendatang’ apabila tekanan inflasi terus meningkat, sehingga GBP kemungkinan akan tetap terangkat pekan ini.

Menurut Lukman, BoE mengindikasikan bahwa suku bunga dapat ditingkatkan lebih cepat dari perkiraan pasar jika ekonomi terus meningkat, namun tindakan tentu saja lebih berarti dibandingkan kata-kata belaka.

”Perlu diingat bahwa kombinasi tidak menggembirakan antara kenaikan inflasi, lambatnya pertumbuhan upah, dan Brexit sangat mempersulit ruang gerak bank sentral ini. Pertanyaannya, apakah BoE akhirnya akan meningkatkan suku bunga untuk menjinakkan inflasi yang mengimpit rumah tangga di Inggris Raya? Atau apakah pertumbuhan upah yang lambat, kekhawatiran tentang keadaan ekonomi Inggris, dan ketidakpastian Brexit akan membuat BoE berdiam diri?,” katanya.

Menurutnya, keadaan mungkin akan semakin menarik untuk GBP di masa mendatang, dan volatilitas diperkirakan akan semakin meningkat karena GBP semakin sensitif terhadap spekulasi kebijakan moneter.

”Dari sudut pandang teknikal, GBPUSD dikuasai oleh bulls pekan ini mencapai level tertinggi tahunan baru di atas 1.3320. Harga di grafik harian bullish dan efek hawkish dari BoE hari ini dapat mendukung peningkatan lebih lanjut menuju 1.3400. Situasi bullish ini akan tetap valid selama harga dapat bertahan di atas level terendah yang lebih tinggi (higher low) 1.3150,” paparnya.

Komiditi emas melemah di hari Kamis karena USD semakin stabil.Namun demikian, Lukman meyakini bahwa emas masih menarik, terlepas dari kembalinya selera risiko, dan berpotensi semakin menguat karena ketidakpastian politik di Washington dan situasi geopolitik membuat investor mencari aman.

”Dari sudut pandang teknikal, emas tetap bullish di grafik harian. Breakout di atas USD1340 dapat membuka jalan menuju kenaikan yang lebih besar lagi ke arah USD1350. Di skenario alternatif, breakdown dan penurunan berulang kali di bawah USD1325 berpotensi mendorong penurunan lebih lanjut menuju USD1315 kemudian USD1300,” katanya. (wsa)

 

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%