Yes…Saham Indonesia Terus Menguat

Rabu, 20 September 2017 | 19:49
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID-Saham Indonesia ditutup lebih tinggi di hari Selasa, dan ini adalah sesi keempat berturut-turut yang mencatat peningkatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG menguat 0.28 persen dan ditutup di 5901.326. 

Prospek pasar berkembang menjadi positif karena optimisme bahwa Fed tidak akan mengubah suku bunga di jangka pendek dan ini akan memperkuat Indeks Harga Saham Gabungan. Perhatian akan tertuju pada keputusan suku bunga Bank Indonesia di hari Jumat yang diprediksi tidak akan mengubah suku bunga di level 4.50 persen.

”Kejutan dari Bank Indonesia seperti di bulan Agustus dapat memicu volatilitas tinggi untuk Rupiah. Berfokus pada prospek pasar valas, Rupiah melemah terhadap Dolar pada sesi perdagangan hari Selasa. USDIDR saat ini berada di kisaran 13275 dan dapat mendekati 13300 apabila USD semakin stabil,” kata Research Analyst FXTM Lukman Otunuga.


Menurutnya, pasar secara intuitif melepas Pound di hari Senin setelah Gubernur Bank of England Mark Carney berkomentar bahwa kenaikan suku bunga di masa mendatang akan terbatas dan dilakukan secara bertahap. 

”Pernyataan Carney bahwa kenaikan suku bunga mungkin dilakukan ’dengan laju bertahap dan terbatas’ terasa seperti komentar yang lebih lemah dan berhati-hati dibandingkan pernyataan hawkish BoE pekan lalu. Walaupun Pound berhasil memantul dari level 1.3500 pagi ini, keraguan bahwa Bank of England akan menaikkan suku bunga Inggris tahun ini dapat menjadi hambatan bagi bulls. Karena tindakan lebih berarti dibanding retorika, ada potensi bahwa Sterling akan mengalami kejutan negatif apabila BoE tidak meningkatkan suku bunga tahun ini,” paparnya.


Sedangkan untuk Dolar, Lukman menilai terjadi kesulitan untuk mempertahankan posisi terhadap sekeranjang mata uang mayor pada awal hari Selasa karena pasar berhati-hati menyambut rapat FOMC bulan September yang mungkin memberi isyarat tentang kebijakan suku bunga mendatang. Fed diperkirakan tidak akan mengubah suku bunga, sehingga investor akan sangat memperhatikan detail mengenai kapan Fed berencana merampingkan neraca raksasanya yang bernilai USD4.5 triliun.

”Investor masih mengevaluasi kemampuan Fed untuk meningkatkan suku bunga di bulan Desember sehingga perhatian akan tertuju pada Yellen dan pendapatnya tentang tren inflasi terkini di AS. Apabila Yellen hawkish dan membuka peluang kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun, maka USD berpotensi terangkat. Indeks Dolar tetap bearish di grafik harian. Nilai yang terus lemah di bawah 91.50 dapat mendorong depresiasi lebih lanjut menuju 91.00,” katanya.


Emas mengalami tekanan jual serius di hari Senin karena nuansa risk-on mendorong investor untuk melepas aset safe haven. Harga emas yang mulai stabil dan ketegangan di Korea Utara yang membaik sangat memengaruhi penurunan tajam harga emas ke kisaran USD1308 pada saat laporan ini dituliskan.

”Tarik menarik sengit antara bulls dan bears tampaknya akan segera berakhir dan break di bawah USD1300 akan memberikan kendali kepada para penjual. Dari sudut pandang teknikal, breakdown di bawah USD1300 akan mendorong penurunan lebih lanjut menuju USD1280. Dalam skenario alternatif, apabila USD1300 dapat dipertahankan maka harga dapat memantul menuju USD1315,” katanya. (wsa)

 

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%