Inkowapi Tolak Ritel Modern Pasok Toko Kelontong

Selasa, 26 September 2017 | 23:14
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Ketua Umum Inkowapi Sharmila. Foto: Jakfar Shadik/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID-Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (Inkowapi) menolak rencana ritel modern memasok warung-warung kelontong.  Selain membunuh penyuplai kecil, rencana tersebut ditengarai bakal melahirkan ketidakseimbangan (distorsi) di tengah masyarakat. Di samping itu, membawa toko kelontong tergantung pada pemasok tunggal yang sewaktu-waktu bisa memainkan harga.

Ketua Umum Inkowapi Sharmila menyebut, pasokan ritel modern itu akan mematikan bisnis agen-agen bahan pokok. Sebab, selama ini agen-agen kecil menjadi pemasok utama barang-barang pokok kebutuhan toko kelontong.

”Kalau pemerintah melegalkan ritel modern memasok warung kecil akan memutus mata rantai pemasok kecil. Banyak agen kecil masuk warung itu akan mati, agen belanja akan mati dan ujungnya pengangguran membengkak,” tutur Sharmila dengan berapi-api.

Sharmila melanjutkan, rencana pemerintah memang bertujuan warung kecil memperoleh harga murah. Sekilas, rencana itu tampak menolong warung tradisonal dan masyarakat sebagai konsumen. Tetapi, pada praktiknya secara tidak langsung hanya menambah anggota baru melalui jalur distribusi.

”Sejatinya kebijakan itu justru memuluskan jalan bagi ritel-ritel modern menambah anggota baru warung-warung kelontong melalui skema distribusi barang,” ulasnya.

Karena itu, Sharmila mendesak pemerintah menghentikan kebijakan distribusi barang-barang pokok ritel modern ke warung-warung kelontong. Sebaiknya bilang Sharmila, pemerintah menujuk pemasok dari badan usaha milik negara (BUMN) dan BUMD.

Jadi, kalau pemasok dari kalangan BUMN dan BUMD atau koperasi mengambil peran, Inkowapi bisa menerima. ”Pemerintah itu harus membuat harga eceran tertinggi dan terendah. Itu akan lebih fair,” tegas Sharmila.

Selama ini sambung Sharmila, warung tradisional mampu bertahan tanpa suplai barang-barang dari riteil modern. Nah, kalau nanti ritel modern masuk agen-agen kecil yang terpinggirkan. Tidak sedikit agen kecil akan mati. Pasokan dari agen-agen dari segi harga tidak terlalu mahal. Pasalnya, warung yang menerima barang dari agen tetap bertahan.

”Dari hasil pelatihan kami, mereka survive bukan karena harga murah. Tapi, karena hubungan pedagang toko kelontong dengan masyarakat. Di mana, masyarakat bisa utang di warung tanpa batasan waktu dan bayar kalau ada uang,” urainya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiato Lukita meminta pengusaha ritel modern menyalurkan barang-barang ke warung-warung kelontong. Kebijakan itu untuk membantu warung mendapat akses barang dengan harga terjangkau. (far)

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
100%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%