Duh, Rupiah Anjlok ke Level Terendah 10 Bulan

Jumat, 29 September 2017 | 10:10
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ILUSTRASI. Foto: toni suhartono/indopos

INDOPOS.CO.ID-Pekan perdagangan ini terasa suram untuk mata uang pasar berkembang. Sebagian besar mata uang ini mengalami tekanan jual tinggi karena USD menguat. Ekspektasi kenaikan suku bunga AS di bulan Desember semakin meningkat, dan Rupiah, seperti banyak mata uang pasar berkembang lainnya, merasakan dampak dari pergeseran sentimen ini.

Walaupun Rupiah mungkin semakin melemah terhadap Dolar di jangka pendek, fundamental makro Indonesia yang semakin stabil seharusnya akan mendukung Rupiah di jangka yang lebih panjang. 

”Dari sudut pandang teknikal, USDIDR mendekati level tertinggi 10 bulan di 13600 pada sesi perdagangan hari Kamis karena Dolar menguat. Breakout di atas 13600 dapat membuka peningkatan lebih lanjut menuju 13750,” kata Research Analyst FXTM Lukman Otunuga.

Di sisi lain, Lukman melihat GBP mengalami pekan yang sulit karena negosiasi Brexit yang alot antara Inggris Raya dan Brussels menekan mata uang ini. Gubernur BoE Mark Carney menjadi sorotan hari ini karena akan memberi sambutan dalam konferensi perayaan 20 tahun kemerdekaan di Bank of England.

”Investor yang menduga Carney akan mendukung posisi hawkish BoE terpaksa kecewa karena dia justru terdengar agak berhati-hati. Sterling bears sedikit bersemangat mendengar pernyataan bahwa BoE tidak dapat diharapkan untuk meniadakan sama sekali pukulan Brexit terhadap ekonomi Inggris,” kata Lukman.

Carney memperkirakan, BoE akan mengupayakan segala cara untuk menyokong ekonomi Inggris yang rapuh dalam situasi Brexit, sehingga investor mungkin perlu mengevaluasi kembali kemungkinan kenaikan suku bunga Inggris. Perlu diperhatikan bahwa Brexit mengakibatkan begitu banyak ketidakpastian, dan ini dapat menjegal upaya BoE untuk mengambil langkah.

”Dari sudut pandang teknikal, GBPUSD tertekan pekan ini dan harga merosot ke level terendah 1.3342 di hari Kamis. USD yang menguat karena ekspektasi kenaikan suku bunga yang meningkat dapat semakin memperlemah GBP. Nilai yang terus lemah di bawah 1.3400 dapat memicu penurunan lebih lanjut menuju 1.3300,” katanya.

Untuk emas, para penjual menyerang harga emas di hari Kamis karena pasar menyambut hangat proposal perpajakan Trump. Meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga AS di bulan Desember membuat emas berpotensi mengalami tekanan jual lebih lanjut. 

Bears tetap memegang kendali di bawah USD1300 dan harga emas dapat semakin melemah seiring dengan peningkatan kurs Dolar. Dari sudut pandang teknikal, logam mulia ini semakin tertekan pada grafik harian dan mingguan. Level support sebelumnya yaitu USD1300 dapat berubah menjadi level resistancedinamis yang dapat membuka jalan menuju USD1280 dan kemudian USD1267.

Peningkatan kepercayaan terhadap kemampuan OPEC untuk menyeimbangkan pasar di jangka panjang telah sangat mengangkat harga minyak. ”Dari sudut pandang teknikal, minyak mentah WTI bullish di grafik harian. Secara konsisten ditemukan level tertinggi yang lebih tinggi dan level terendah yang lebih tinggi sementara harga berada di atas 20 SMA harian. Breakout di atas USD53 dapat membuka jalan menuju USD54,” katanya. (far) 

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%