Tarif Cukai 8,9 Persen Dinilai Beratkan Industri Tembakau

Minggu, 01 Oktober 2017 | 08:42
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID– Pelaku usaha produk tembakau meminta pemerintah mempertimbangkan lagi rencana penetapan tarif cukai hasil tembakau (rokok) sebesar 8,9 persen pada 2018. Sebab, dampak penetapan tarif cukai hasil tembakau itu tidak hanya dirasakan industri, tapi juga pekerja di pabrik hingga para petani.

Ketua Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) Budidoyo mengatakan, mengingat kondisi industri tembakau yang sedang lesu, semestinya pemerintah menjadikannya pertimbangan sebelum menetapkan tarif cukai hasil tembakau. ”Pelaku usaha yang terlibat dalam industri ini di atas 6 juta orang. Rantai industri tembakau panjang sehingga bukan hanya pabrikan rokok,” kata dia akhir pecan ini.

Dia mencontohkan, ketika tarif cukai ditetapkan 10,5 persen pada 2017, dampak terhadap industri cukup terasa. Yakni, volume industri rokok anjlok hingga 2 persen. Tercatat, pada 2016 volume produksi turun 6 miliar batang. Lalu, pada pertengahan 2017, produksi kembali turun sebanyak 5,4 miliar batang.

”Masih ada potensi penurunan. Perkiraan, sampai akhir tahun turun 11 miliar batang. Penurunan diprediksi juga terjadi pada 2018, yang mencapai 10 miliar batang,” paparnya.

Karena itu, rencana tarif cukai sebesar 8,9 persen pada 2018 dinilai bakal memberatkan industri hasil tembakau. ”Kami minta pemerintah tidak mengandalkan penerimaan cukai dari tembakau saja,” ucap Budidoyo. 

Ketua Paguyuban Mitra Produksi Sigaret-Kretek Indonesia (MPSI) Djoko Wahyudi mengkhawatirkan dampak negatif peningkatan tarif cukai. ”Tidak tertutup kemungkinan di pasar banyak dijumpai rokok polosan atau rokok tanpa cukai,” ungkap dia. Kondisi itu tentu tidak akan menguntungkan pemerintah. Sebab, target penerimaan cukai yang sudah ditetapkan pemerintah bakal sulit terealisasi.

Target penerimaan cukai rokok 2017 dipatok Rp 147,5 triliun. Rencananya, pada 2018 tarif cukai tidak sebesar 2017, yakni 8,9 persen. Target penerimaan cukai rokok naik 0,5 persen atau menjadi Rp 148,2 triliun dari total penerimaan cukai sebesar Rp 155,4 triliun. (res/c11/sof/Jawa Pos/JPG)

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%